Program Ambulans Muhammadiyah Bantul Jadi Percontohan di Turki

Ini bukan sekadar pertemuan melainkan jembatan silaturahmi internasional untuk mempelajari model pengelolaan lembaga sosial Muhammadiyah yang terbukti sukses.

Program Ambulans Muhammadiyah Bantul Jadi Percontohan di Turki
Tiga mahasiswa dari Yayasan Yedi Hilal Turki melakukan kunjungan studi tiru di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bantul kota. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Tiga mahasiswa dari Yayasan Yedi Hilal Turki melakukan kunjungan studi tiru di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bantul Kota. Rombongan dari Turki didampingi perwakilan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki dan IMM UGM serta tim dari MPKS PWM DIY sebagai fasilitator program.

Mereka ingin mempelajari lebih dalam tentang Muhammadiyah dan program-program sosialnya yang inspiratif. Rombongan diterima pengurus PCM Bantul, tim Lazismu Bantul Kota dan para relawan AmbulanMu Bantul.

Melalui siaran pers ke redaksi koranbernas.id, Kamis (14/8/2025), Kepala  Lazismu Bantul Kota, Sa'id Supriyadi SAP, menjelakan kunjungan itu terlaksana Senin (11/8/2025) silam.

Menurut dia, ini bukan sekadar pertemuan melainkan jembatan silaturahmi internasional yang bertujuan untuk mempelajari model pengelolaan lembaga sosial Muhammadiyah yang telah terbukti sukses.

Sesi foto Bersama kunjungan mahasiswa Turki ke PCM Bantul Kota. (istimewa)

"Fokus utama yang menarik perhatian mereka adalah ambulanMu PCM Bantul Kota, sebuah layanan ambulans yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat setempat," kata Sa'id.

Pihaknya merasa bersyukur dan terhormat memperoleh kunjungan dari Yayasan Yedi Hilal Turki. “Kehadiran teman teman di sini menjadi bukti bahwa semangat kebaikan tidak mengenal batas negara. Kami berharap apa yang kami bagikan bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat, meskipun jarak kita terbentang jauh," ungkap Sa'id.

Dia menyatakan Lazismu Bantul Kota serta Muhammadiyah Cabang Bantul selalu terbuka untuk kolaborasi dan berbagi pengalaman.

Senada, perwakilan dari Yedi Hilal menyampaikan kunjungan kali ini adalah bagian dari misi mereka untuk memahami secara langsung bagaimana Muhammadiyah berhasil mengelola lembaga sosialnya.

Terstruktur rapi

"Kami melihat Muhammadiyah memiliki sistem yang terstruktur, rapi dan program-program yang dampaknya nyata di tengah masyarakat. Kami yakin, model pengelolaan ini bisa kami pelajari dan terapkan di Turki untuk membantu saudara-saudara kami di sana," jelas Maftuh Ikhsan selaku penerjemah dari PCIM Turki.

Wachid Mariyanto selaku Wakil Ketua Bidang Ambulan menyampaikan secara rinci tentang layanan AmbulanMu. Layanan ini bermula dari inisiatif sederhana untuk merespons kebutuhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan transportasi medis, terutama bagi warga tidak mampu.

"AmbulanMu ini bukan sekadar kendaraan, melainkan wujud nyata dari semangat tolong-menolong yang diwariskan oleh KH Ahmad Dahlan melalui pengamalan Al Quran surat Al-Maun," tegas Wachid.

Wachid lantas menjelaskan detail operasionalnya mulai dari alur permintaan bantuan yang mudah diakses, sistem penjadwalan tim yang siaga 24 jam, hingga mekanisme pendanaan yang transparan.

Donasi masyarakat

Sumber pendanaan utama berasal dari Lazismu melalui donasi masyarakat, infak dan sedekah, yang memastikan layanan ini dapat terus berjalan tanpa membebani pasien.

Para mahasiswa dari Turki tampak sangat antusias. Mereka mencatat setiap detail, mengajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik tentang tantangan operasional, manajemen relawan dan strategi keberlanjutan. Mereka kagum dengan dedikasi para relawan dan sistem yang terorganisir, yang menjadi kunci keberhasilan program AmbulanMu.

Kunjungan studi tiru ini tidak hanya memperkaya wawasan Yedi Hilal Turki tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan global antara Indonesia dan Turki. Ilmu dan semangat yang dibagikan dari Bantul diharapkan dapat tumbuh subur di Turki, membawa manfaat yang lebih luas bagi kemanusiaan. (*)