Penyedia Jasa Sewa Kasur Ilmunya Diperoleh dari Inggris
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Zaman sekarang apa sih yang tidak dimudahkan? Mulai urusan makan, laundry, kebutuhan sehari-hari, belanja sayur, makanan kecil, busana, sepatu, peralatan rumah tangga dan semuanya bisa dibeli lewat online. Bahkan sewa kasur, laundry kasur pun bisa.
Anda tiba-tiba akan kedatangan tamu, menginap, padahal tempat tidur tidak cukup? Tidak usah panik, sewa saja kasur. Komplet bantal, guling, sprei, selimut, barang akan datang dan diambil oleh pemilik usaha pelayanan persewaan barang-barang tersebut. Nggak usah repot. Yang penting Anda tinggal menyediakan uangnya.
Di Yogyakarta sebenarnya banyak yang menyediakan persewaan kasur. Tetapi yang satu ini istimewa. Metta Dewi yang membuka usaha di Perum Puri Gejayan Indah A 25 Yogyakarta ini belajar house keeping di Inggris.
Kok sampai Inggris? “Ya, ceritanya panjang sih. Sejak dulu saya kan senang pekerjaan seperti itu," kata ibu yang anak sulungnya sudah remaja itu menjawab pertanyaan koranbernas.id, Rabu (2/11/2021), saat mengambil kembali kasur-kasur yang disewa warga Sorosutan Yogyakarta.
Wanita berambut pendek ini sangat enerjik. Mengenakan celana pendek di atas lutut, dia sendirian mengusung beberapa kasur dan kelengkapannya dari dalam rumah kemudian menaikkan ke atas mobil dan menyetir sendiri.
"Sudah biasa kok," katanya ketika koranbernas.id menyapanya kenapa sendiri. Sebagai pemilik usaha dia harus bisa mengerjakannya sendiri. Tidak harus tergantung pada dua karyawan tetapnya maupun beberapa karyawan panggilan. Ini hasil kerja outsourcing di Inggris semasa kuliah dulu.
Kerja di kafe
Pulang dari Inggris dia sempat bekerja di sebuah kafe di Bandung, kemudian berhenti lantaran menikah dan pindah Yogyakarta. Tahun 2017 dia mulai membuka usaha yang kemudian berkembang ke jenis pelayanannya. Awalnya menyewakan kasur, vacuum cleaner kasur, mencuci kasur serta sofa.
"Semua jenis bahan kasur bisa dicuci kecuali dari bahan kapas," kata Mitta.
Sofa dari bahan kain, sintetis sampai kulit, semua ada cara mencucinya. Ongkosnya tergantung tingkat kesulitannya. Di bawah bendera Mitra Super Clean, Metta melebarkan jenis pelayanannya.
Membersihkan lamar mandi berkerak menjadi "baru" kembali bukan sesuatu yang mustahil. Ongkosnya tergantung kondisi keraknya. “Kerak yang sudah jadi batu pasti beda ongkosnya dengan kerak yang masih tipis,” kata Mitta.
Semuanya butuh skill dan dia selalu menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Jangan sampai muncul alergi. Sebelum pandemi pun karyawan yang bekerja harus pakai masker.
Kasur balita
Pelanggan cuci kasur ini awalnya kebanyakan ibu-ibu muda yang punya balita. “Anaknya masih sering ngompol sehingga perlu dibersihkan,” kata Mitta lagi.
Pada saat musim wisuda di mana banyak orang tua datang ke Yogyakarta, daripada menginap di hotel mahal, banyak yang menyewa kasur. Semacam ekstra bed di hotel dengan sewa relatif murah. Atau saat ada orang mantu, juga banyak permintaan sewa kasur. Biasanya di rumah sendiri atau rumah saudara. “Seperti ini sampai rumah langsung saya cuci agar bersih, wangi dan siap pakai,” kata dia.
Untuk menjalankan bisnis ini, dia membutuhkan banyak modal membeli peralatan yang tidak murah termasuk mobil untuk mobilitas antar jemput pesanan.
Apakah sudah break even point? Sambil menerawang, wanita ini menjawab pelan, “Ya sudahlah. Yang penting setiap bulan dia dapat uang jajan. Berapa rata-rata penghasilan sangat fluktuatif. Tergantung banyak sedikit orderan. Manajemen dipegang suami karena Mitta mengaku tidak paham manajemen.
Ke depan usaha ini dilihat masih prospektif karena perilaku hidup bersih terus digalakkan. Life style di masyarakat semakin maju maka semakin banyak kebutuhan.
Siapa yang tidak ingin rumahnya bersih, wangi dan sehat. Karpet yang dipakai main anak-anak tidak menimbulkan alergi? Juga kamar mandi bersih dan nyaman dipakai?
Memang dulu awal pandemi Mitta sepakat bersama suami libur selama enam bulan. Siapa tidak takut tertular Covid 19? (*)