Penguatan Keluarga Penting untuk Menekan Kasus Kenakalan Remaja

Keluarga menjadi tempat bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang.

Penguatan Keluarga Penting untuk Menekan Kasus Kenakalan Remaja
RKP Bantul bekerja sama dengan DP3APPKB Kabupaten Bantul menggelar acara sosialisasi penguatan keluarga di perpustakaan Masjid Merdeka Membaca Kalurahan Parangtritis Kapanewon Kretek Bantul, Sabtu (18/10/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) Bantul bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Bantul menggelar acara sosialisasi penguatan keluarga dengan tema Kader dan Remaja Berdaya Menuju Keluarga Bahagia dan Sejahtera.

Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Masjid Merdeka Membaca, Kalurahan Parangtritis Kapanewon Kretek, Bantul, Sabtu (18/10/2025), dibuka Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3APPKB Kabupaten Bantul, dr Suprabandari. Peserta 100 orang terdiri anak muda dan keluarga muda se-Kalurahan Parangtritis.

Adapun materi sosialisasi disampaikan Prof Dr Dody Hartanto sebagai Guru Besar Bimbingan dan Konseling UNY dengan judul “Peran Keluarga dalam Membentuk Remaja Tangguh”.

Narasumber lainnya, Sekretaris Komisi D DPRD Bantul Herry Fahamsyah MM MIP dengan materi "Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Membangun Keluarga Berdaya” serta Muhamad Asruri Faishal Alam S Pd Gr, Juara Pemuda Pelopor Nasional Kemenpora RI dengan judul materi "Peran Pemuda dalam Mendukung Ketahanan Keluarga di Era Kini.”

Fondasi kuat

Faishal yang juga Ketua RKP DIY itu mengatakan dengan kegiatan ini diharapkan generasi muda dan keluarga muda yang ada di Kalurahan Parangtritis akan semakin bertambah ilmu, wawasan dan juga fondasi yang kuat untuk membentuk suatu keluarga yang bahagia.

"Bagi anak muda juga akan terhindar dari berbagai hal negatif misalnya kasus kenakalan remaja, kehamilan tidak diinginkan, terlibat kejahatan jalanan dan lainya," kata Faishal.

"Saya rasa kegiatan sosialisasi dan penguatan kepemudaan seperti ini adalah sesuatu yang sangat positif dan harus diapresiasi apa yang dilakukan oleh RKP dalam hal ini menggandeng DP3PPKB. Dan saya berharap RKP akan melakukan kegiatan penguatan semacam ini sampai ke tingkat dusun sehingga akan semakin banyak masyarakat khususnya keluarga muda dan anak muda yang teredukasi dan semakin kuat fondasinya ketika mereka nanti membentuk sebuah keluarga," kata Herry menambahkan.

Hal ini penting dilakukan karena keluarga menjadi tempat bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang. Berdasarkan berbagai kasus kenakalan yang dilakukan oleh remaja atau anak muda setelah ditelisik ternyata banyak di antaranya karena faktor keluarga yang tidak harmonis atau ada permasalahan di dalamnya.

Tanggung jawab

"Maka penguatan peran keluarga ini harus terus dilakukan. Begitu juga untuk parenting (pola pengasuhan orang tua) dan kesadaran bahwa mendidik anak bukan hanya menjadi kewajiban sekolah namun tanggung jawab bersama  harus kontinu dilakukan kepada orang tua di antaranya melalui sekolah-sekolah. Tentunya kami berharap bahwa pemerintah Kabupaten Bantul bisa memberikan support terkait dengan kegiatan parenting ini," kata Herry.

Parenting yang baik diyakini akan membentuk karakter anak yang baik pula. “Dan harus diakui parenting kita belum maksimal. Karena ternyata masih banyak kasus remaja di Bantul yang memprihatinkan. Misal ada empat aksi bunuh diri selama tiga bulan terakhir di mana pelakunya ada yang berstatus pelajar. Ada juga kasus Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), kasus pelecehan seksual dan kejadian negatif lainnya yang melibatkan remaja sebagai pelaku.  Ternyata para pelaku ini mayoritas dari keluarga bermasalah. Maka mari kita atasi persoalan remaja ataupun anak muda ini dari keluarga," kata Herry.

Ditambahkan, DPRD Bantul sudah mengesahkan Perda Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pendidikan Karakter yang nanti tinggal menunggu turunannya yakni Peraturan Bupati.

Dari Perda ini harapannya terbentuk sikap pelajar yang welas asih sehingga tercipta ruang pembelajaran di sekolah yang nyaman bagi anak. Juga pembiasaan pada pelajar terhadap hal-hal yang baik terkait attitude. (*)