Pengelola SPBU di Kebumen Menguji Densitas Pertamax Secara Berkala
Konsumen dapat memastikan kualitas Pertamax yang dibeli dengan cara membeli hanya di SPBU-SPBU Pertamina.
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Pengelola SPBU melakukan uji densitas Pertamax secara berkala setiap pagi. Ini dimaksudkan untuk memastikan Pertamax sesuai spesifikasinya.
Isu Pertamax oplosan yang diduga terjadi tahun 2018 - 2023 mempengaruhi volume penjualan Pertamax di Kebumen beberapa hari terakhir ini.
Ketua SPBU Koordinator Daerah Kabupaten Kebumen Hiswana Migas Kedu, Lusiyanto SE MM, kepada koranbernas.id, Jumat (7/3/2025), menjelaskan dari uji densitas Pertamax, kualitas Pertamax yang dijual di SPBU di Kabupaten Kebumen spesifikasinya memenuhi syarat Pertamax, seperti RON 92.
"Pengguna Pertamax agar tidak ragu lagi membeli Pertamax di SPBU," kata Lusiyanto seraya menambahkan isu Pertamax oplosan yang berkembang luas di sosial media mempengaruhi penjualan Pertamax di Kebumen.
Penjualan turun
Menurut dia, ada migrasi pengguna Pertamax ke Pertalite sejak isu itu muncul. Migrasi itu mengakibatkan volume penjualan Pertamax turun sampai 10 persen, sebaliknya penjualan Pertalite naik 10 persen.
Kepada pengguna Pertamax, Lusiyanto berpesan, konsumen dapat memastikan kualitas Pertamax yang dibeli dengan cara membeli hanya di SPBU-SPBU Pertamina, bukan di tempat BBM eceran dan memastikan pengisian dilakukan sesuai dengan takaran yang tertera. "Jika ada hal yang mencurigakan, jangan ragu untuk bertanya kepada petugas SPBU," kata Lusiyanto.
Jika konsumen merasa kualitas Pertamax yang dibeli tidak sesuai, silakan sampaikan keluhan kepada pengelola pengurus Koordinator Daerah SPBU Kebumen.
"Kami akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut dan melakukan investigasi jika diperlukan," katanya. Konsumen dapat menghubungi layanan pelanggan pertamina di call center Pertamina 135. (*)