Pemuda Karang Taruna Trimulyo Sleman Dilatih Membuat Konten Bertema Desa
Acara ini diinisiasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman, menggandeng LPK IMBIA.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Digitalisasi saat ini tidak lagi hanya menjadi domain kota-kota besar. Semangat adaptasi teknologi telah merambah hingga ke pelosok desa, salah satunya melalui Pelatihan Content Creator yang digelar di Kalurahan Trimulyo Sleman, 22-24 Juli 2025.
Acara ini diinisiasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman sebagai bagian dari program usulan masyarakat. Kegiatan itu fokus pada peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya anggota Karang Taruna “Tri Wira Manunggal.”
Pelatihan menggunakan kurikulum komprehensif yang memadukan teori dan praktik, dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan digital mutakhir.
Kegiatan ini menggandeng LPK IMBIA, lembaga kursus dan pelatihan berpengalaman yang telah dikenal di Sleman sebagai pioner pengembangan talenta digital, termasuk kursus bersertifikat untuk content creator.
Tanggap teknologi
Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi, mengungkapkan peran pemuda sebagai motor penggerak di era globalisasi. Sebab negara ini butuh generasi muda yang tidak hanya tanggap teknologi, tetapi juga memiliki semangat pengabdian.
"Dunia digital membuka ruang baru untuk kontribusi, dan salah satunya bisa dimulai dari desa. Pelatihan ini adalah langkah kecil menuju peran besar,” ungkapnya.
Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Sosial Sleman, Sri Handayani, menambahkan Dinsos aktif mendorong program penguatan kapasitas pemuda berbasis komunitas di berbagai wilayah Sleman.
Lurah Kalurahan Trimulyo, Kholid Harmoko, mengungkapkan kegiatan ini relevan dengan semangat pembangunan desa berbasis potensi lokal. Pelatihan kali ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi anak-anak muda Trimulyo menggali dan mempromosikan potensi desa melalui konten yang kreatif dan menarik.
Sesuai kebutuhan
"Semoga slogan Trimulyo sebagai desa Unggul, Makmur, dan Berbudaya bisa tersampaikan hingga ke berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh fasilitator berpengalaman dari LPK IMBIA, dengan topik yang disesuaikan dengan kebutuhan industri konten digital saat ini. Peserta mendapatkan pembelajaran mulai dari dasar-dasar videografi dan fotografi, teknik pengambilan gambar profesional menggunakan smartphone dan storytelling visual untuk konten menarik.
"Selain itu, juga pengelolaan media sosial dan algoritma platform, hingga teknik editing menggunakan aplikasi mobile populer," kata, Suryono, Direktur LPK IMBIA.
Suryono menambahkan, pelatihan ini mengedepankan praktik langsung. Para peserta diajak membuat konten bertema desa, budaya lokal hingga kegiatan Karang Taruna.
Mampu bersaing
Keikutsertaan LPK IMBIA menjadikan pelatihan ini memiliki standar profesional yang mampu bersaing dengan pelatihan di tingkat kota besar.
Enji, salah seorang anggota Karang Taruna “Tri Wira Manunggal,” menyampaikan ilmu yang diperoleh dalam pelatihan dapat benar-benar membuka wawasan dan membuatnya lebih percaya diri.
"Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para pemuda untuk menjadi agen promosi digital bagi desa," katanya.
Fery Istanto selaku Kepala Bidang Kelembagaan dan Kemasyarakatan Dinas Sosial Sleman mengungkapkan, dunia digital memberikan kesempatan luas bagi setiap individu untuk berkarya. Apalagi dunia digital hari ini memberikan ruang luas bagi siapa pun untuk berkarya. Peluang menjadi content creator sangat terbuka.
Yvesta Putu Ayu Palupi
