Kamis, 23 Sep 2021,


pemkab-sleman-terus-mendorong-lahirnya-petani-milenialBupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyerahkan kenang-kenangan kepada Prof Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI, Jumat (4/6/2021). (istimewa)


Nila Hastuti
Pemkab Sleman Terus Mendorong Lahirnya Petani Milenial

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Pemkab Sleman berkomitmen terus mendorong lahirnya petani milenial. Selain untuk memberdayakan para milenial, hal ini juga dimaksudkan untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman.


“Jujur saja, sekarang ini kan regenerasinya memang kurang. Petani yang senior sudah di atas 50 tahun, dan generasi di bawahnya belum ada,” kata Kustini Sri Purnomo, Bupati Sleman, saat menerima kunjungan dari Kementerian Pertanian RI, Jumat (4/6/2021), di Ruang rapat Bupati Setda Sleman.


Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi M.Agr selaku Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI, menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemerintah kabupaten Sleman ini. Menurutnya, Kementerian Pertanian siap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman guna meningkatkan program tani milenial di Kabupaten Sleman.

“Kita support habis ini Kabupaten Sleman. Kongkritnya, di Yogyakarta kan ada BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, red), ada Balai Karantia, dan bagaimana nanti menyusun program pelatihan tersebut. Kita juga ada narasumber-narasumber. Kalau perlu kita datangkan dari Bogor, dari Lembang. Kita juga punya Balai Pelatihan di sana," ungkapnya.


Dedi juga mengapresiasi inovasi Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah berhasil memanfaatkan teknologi dalam bidang pertanian. Hal ini dianggap sangat sesuai dengan minat generasi milenial yang sangat dekat dengan dunia digital.

Dia juga mengatakan bahwa segala sesuatu yang berbasis digital, maka peluang efisiensi akan semakin tinggi. "Efisiensi semakin tinggi, duit juga semakin gede," tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga telah mencanangkan tani milenial pada bulan April lalu. Kustini mentargetkan terbentuknya 1.000 petani milenial pada tahun 2024 nanti.

Kustini juga menyebutkan, Pemerintah kabupaten Sleman juga akan membuat sekolah tani untuk mengasah ketrampilan para tani, khususnya petani milenial. Maka, ke depannya Kustini berharap dapat menjalan kerja sama dengan Kementerian Pertanian RI demi menyukseskan gerakan tani milenial ini. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini