Pekerja Migran Meninggal di Jepang, Kuat Dugaan Dianiaya WNI Teman Kerja
Direncanakan, Rabu, 10 Juni 2026, jenazah PMI tiba di Yogyakarta. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia membantu kepulangan jenazah dari Yogyakarta International Airport sampai ke rumah keluarga
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN--Kabar duka diterima keluarga Sri Rahayu, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Tlogosari, Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Alumni sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kebumen ini, diduga dianiaya teman kerjanya, WNI asal Bekasi, Jawa Barat
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kebumen Cokroaminoto kepada koranbernas.id, Senin (8/6/2026) menjelaskan, PMI asal Kebumen ini bekerja di Perfektur Hokaido di sektor pertanian. Keberangkatan PMI tidak melalui perusahaan pengerah PMI.
“Dia PMI mandiri. Keberangkatannya legal,” kata Cokroaminoto.
Sri Rahayu mengikuti serangkaian seleksi yang diselenggarakan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Setelah lolos seleksi, ia mulai bekerja dua tahun lalu.
Menurut Cokroaminoto, hubungan antara Sri Rahayu dengan WNI terduga pelaku penganiayaan sangat dekat. Keluarga terduga pelaku penganiayaan MAL (27) pernah rembugan dengan keluarga Sri Rahayu, dari teman kerja ke jenjang pernikahan. Kemungkinan, sebelum kejadian penganiayaan, terjadi cekcok atau perselisihan antara Sri Rahayu dan MAL.
“Karena keberangkatannya legal, proses kepulangannya bisa cepat,” kata Cokroaminoto.
Jenazah Sri bisa dipulangkan, setelah proses identifikasi penyebab kematian yang dilakukan Kepolisian Jepang selesai.
“Direncanakan, Rabu, 10 Juni 2026, jenazah PMI tiba di Yogyakarta. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia membantu kepulangan jenazah dari Yogyakarta International Airport sampai ke rumah keluarga,” katanya.
Pemkab Kebumen bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) Provinsi Jawa Tengah dan Migran Care telah menyampaikan ucapan duka cita di rumah keluarga Sri Rahayu, Senin (8/6/2026). (*)
Nanang W Hartono
