Mulai Agustus 2025 Layanan Wifi Gratis di Sleman Hidup Lagi

Kontrol dari penyedia. Tidak bisa akses judol dan semacamnya. Ada pihak ketiga yang mengatur.

Mulai Agustus 2025 Layanan Wifi Gratis di Sleman Hidup Lagi
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman Budi Santosa. (nila hastuti/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Layanan Wifi gratis Sleman atau program internet gratis untuk pasar tradisional, komunitas maupun padukuhan yang sempat dimatikan, dihidupkan lagi secara bertahap. Langkah ini dilakukan terhitung mulai Agustus 2025.

Kepala DinasKomunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman, Budi Santosa, mengatakan pengadaan layanan internet gratis saat ini sedang berjalan. Penghentian sementara layanan tersebut disebabkan 633 dari total 1.212 titik lokasi pemasangan Wifi tidak sesuai. Utamanya berada di rumah pribadi.

"Usulan kalurahan sudah kami verifikasi dan identifikasi. Sudah ada di fasilitas umum," kata Budi Santosa, Senin (4/8/2025).

Dia memastikan, aktivasi ulang Wifi ini sudah dipasang di lokasi yang tepat. Mulai dari pos ronda, balai warga, serambi masjid hingga balai padukuhan.

Kecepatan meningkat

Satu padukuhan minimal memiliki satu titik Wifi gratis. Apabila periode sebelumnya kecepatan internet hanya 20 mbps, kali ini meningkat menjadi 50 mbps. Harapannya bisa digunakan bersama-sama.

"Ada dua provider yang sanggup menyediakan. Kami tawarkan ke internet service provider lokal. Beda dengan sebelumnya," tambah Budi.

Disebutkan, hingga akhir tahun program ini akan dibiayai APBD. Sementara tahun 2026 diusahakan bisa berkolaborasi dengan perusahaan. Misalnya, lewat skema Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam satu tahun, program Wifi gratis menghabiskan biaya hingga Rp 5 miliar.

Disinggung soal keamanan, Budi menjelaskan akan dipantau lewat laporan periodik yang diberikan oleh penyedia. Nantinya bisa dilihat digunakan siapa dan untuk apa."Kontrol dari penyedia. Jadi tidak bisa akses judol dan semacamnya. Ada pihak ketiga yang mengatur," tegas Budi. (*)