Konsep Agro Eduwisata Dikembangkan di SD Negeri Wirokerten Bantul
Harapannya sekolah tersebut bisa menjadi percontohan bagi sekolah lain yang berada di wilayah sekitar.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Surya Global Yogyakarta berkolaborasi dengan dosen dari Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SD Negeri Wirokerten Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul.
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Amyati SKM MT dari STIKES Surya Global Yogyakarta, dengan anggota Warniningsih ST M Kes selaku dosen ITY serta dosen STIKES Surya Global Yogyakarta Sri Sularsih Endartiwi SKM MPH. Selain itu, juga melibatkan dua mahasiswa STIKES Surya Global Yogyakarta yaitu Merlinda dan Ika Indri Sari.
Amyati kepada koranbernas.id, Sabtu (20/9/2025), mengatakan kegiatan PKM merupakan salah satu bentuk implementasi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) serta penerapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi.
Program PKM dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun anggaran 2025.
SD Negeri Wirokerten Banguntapan Bantul. (istimewa)
"Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil judul Keberlanjutan Pemanfaatan Hasil Pengolahan Sampah dengan Konsep Agro Eduwisata untuk Mendukung Terwujudnya Sekolah Adiwiyata di SD Negeri Wirokerten. Tujuan kegiatan PKM adalah mewujudkan sekolah mandiri sampah untuk mewujudkan Sekolah Adiwiyata di sekolah ini," kata Amyati.
Juga untuk meningkatkan kesadaran dan membangun perilaku peduli lingkungan sejak dini pada siswa serta mampu memanfaatkan hasil dari pengolahan sampah untuk pupuk dan media menanam sayuran di lahan tidur di area sekolah sehingga menjadi produktif.
Harapannya sekolah tersebut bisa menjadi percontohan bagi sekolah lain yang berada di wilayah sekitar. Harapan lainnya adalah dengan adanya program pengabdian maka sekolah dapat menjadi perintis Sekolah Adiwiyata (sekolah yang peduli lingkungan yang bersih, sehat dan indah).
Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini memberikan edukasi pelatihan dan pendampingan melalui program “CERDAS PESONA” (Cipta Edukasi Ramah Lingkungan dan Sehat melalui Pengelolaan/ Pengolahan sampah Organik dan Anorganik), serta Program dengan Konsep Agro Eduwisata sebagai bentuk integrasi pemanfaatan hasil pengolahan sampah menjadi pupuk serta media untuk menanam sayur- sayuran, buah melon dan TOGA (Tanaman Obat Keluarga).
Siswa SDN Wirokerten foto dengan tim PKM STIKES Surya Global dan ITY. (istimewa)
Program diawali dengan memberikan edukasi kepada siswa-siswi di SD Negeri Wirokerten tentang pemilahan sampah yang benar sesuai dengan jenisnya yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah residu.
“Sampah organik seperti daun-daun kering dan sisa makanan diolah menjadi kompos di bak komposter sampah yang sudah tersedia di sekolah. Sampah anorganik seperti galon air mineral dapat dimanfaatkan menjadi pot atau wadah menanam,” lanjut Amyati.
Selain itu, ada pula pembuatan instalasi air untuk penyiraman tanaman, pemberian alat-alat pendukung pemeliharaan dan perawatan tanaman. Harapannya pertanian organik yang merupakan perwujudan program dengan Konsep Agro Eduwisata ini bisa berhasil dan memperoleh hasil panen yang optimal. (*)
Sariyati Wijaya
