Ketua PGRI Purworejo Prihatin Masih Terjadi Perundungan di Kalangan Pelajar

Guru tidak berani lagi membentak siswa karena sering terjadi orang tuanya tidak terima, kemudian mengancam.

Ketua PGRI Purworejo Prihatin Masih Terjadi Perundungan di Kalangan Pelajar
Ketua PGRI Kabupaten Purworejo Irianto Gunawan. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Ketua PGRI Purworejo, Irianto Gunawan, mengaku prihatin dengan kasus kekerasan (perundungan) yang masih terjadi di kalangan pelajar.

"Kami prihatin kekerasan terjadi di Purworejo, pelaku siswa kelas 6 SD dan korban pelajar SMP kelas 7. Kejadian di luar jam sekolah serta lokasi juga jauh dari sekolah," kata Pak Gun, sapaan akrabnya, di sela jalan santai PGRI, Minggu (16/11/2025), di Alun-alun Purworejo.

Menurutnya, perundungan terjadi karena kurangnya pendidikan karakter siswa. "Keterbatasan guru dalam mendidik hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Pola pendidikan sekarang penanaman karakter untuk siswa kurang,” katanya.

Dia mencontohkan, sekarang ini guru tidak berani lagi membentak siswa karena sering terjadi orang tuanya tidak terima, kemudian mengancam guru. “Guru harus hati-hati," ujarnya.

Hanya mengingatkan

Menurutnya, guru membentak termasuk kekerasan verbal (non fisik), dan banyak orang tua tidak terima anaknya dibentak. Karenanya guru sering mendapatkan ancaman dari orang tua siswa.

“Jika ada anak nakal, guru hanya mengingatkan, tidak berani bertindak lebih. Dan, sayangnya PGRI belum mempunyai formula khusus untuk menasehati siswa agar memiliki karakter baik,” ungkapnya.

Dalam kasus perundungan ini, lanjutnya, PGRI memiliki unit Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) yang akan menanganinya. “Kkami akan bekerja sama dengan PPA dari DP3APMD untuk bersama menangani kasus ini," ujarnya.

Dia berharap perundungan di Kabupaten Purworejo segera terselesaikan dan tidak terjadi kembali. (*)