Selasa, 07 Des 2021,


ini-kata-motivator-soal-pelajar-pacaranSyafii Effendi memotivasi ribuan pelajar di Universitas Muhammadiyah Purworejo, Minggu (8/9/2019). (w asmani/koranbernas.id)


asmani
Ini Kata Motivator Soal Pelajar Pacaran

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Motivator muda nomor satu di Indonesia, Syafii Efendi, mengingatkan pelajar putri agar jangan pacaran selama masih sekolah. Namun apabila sudah waktunya sebaiknya segera menikah.


“Jika pada waktunya menikahlah dengan pria mapan. Kalau ada uang abang disayang, tidak ada uang ditendang," kelakarnya, Minggu (8/9/2019), di Universitas Muhammadiyah Purworejo.

  • Walikota Yogyakarta Lepas Peserta Gowes Berlian
  • Pesilat Malaysia Beraksi di Pencak Malioboro Festival

  • Di hadapan ribuan pelajar dan guru SMK, SMA dan MA se-Kabupaten Purworejo, pada acara Seminar Motivasi Nasional di Era Revolusi Industri 4.0 yang diselenggarakan Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) DPD Jateng itu,  dia memotivasi  pelajar agar mencari uang sebanyak-banyaknya.

    “Jika sudah didapat maka ajaklah kedua orang tuamu untuk meminang kekasih hatimu,” kata dia.

  • Ribuan Pesilat Berkumpul di Yogyakarta
  • Dimas Diajeng Bantul Ikut Andil Majukan Pariwisata

  • Anak muda memang perlu memiliki kesadaran diri agar berani bergerak melakukan sesuatu. Misalnya membuka usaha kecil-kecilan.

    "Sekarang merupakan era berwirausaha," papar pemilik restauran Bakso Bom Indonesia itu.

    Ketua Wimnus ini ingin ada gebrakan mengubah pola pikir para pelajar supaya memiliki jiwa kewirausahaan.

    "Yang penting kita harus memiliki banyak uang, berpikir matre tidak masalah," tambahnya.

    Saat ini terjadi pergeseran pola pikir dari pola lama ke baru berdasarkan teknologi. Saat ini pula semua fungsi berubah ke sistem robotik.

    "Perlu mindset, selesai kuliah tidak usah jadi PNS, apalagi harus menyuap," ujar pemuda 28 tahun tersebut.

    Syafii mencontohkan ojek pangkalan sudah bergeser ojek online.  Youtube memimpin broadcasting dan sepertinya bisa menghancurkan televisi.

    "Ini akan membuat masalah baru bagi orang-orang yang akan tertinggal, dan akan semakin tertinggal jauh," terang Presiden Pemuda OKI Indonesia itu.

    Namun demikian masih ada peluang baru yaitu sebagai youtuber dan konten kreator yang menghasilkan uang.

    Di sinilah butuh kepemimpinan dan ini merupakan tantangan. "Kenyataannya, banyak orang daerah datang ke ibukota untuk ikut ojek online," kata dia. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini