"Indonesia Insurance Summit" 2026 di Yogyakarta: Industri Asuransi Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global

Indonesia Insurance Summit 2026 di Yogyakarta membahas strategi industri asuransi menghadapi ketidakpastian global, AI, risiko siber, dan reformasi sektor keuangan

"Indonesia Insurance Summit" 2026 di Yogyakarta: Industri Asuransi Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global
Pemaparan terkait IIS 2026 di Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Industri perasuransian Indonesia tengah menghadapi babak baru yang penuh tantangan. Mulai dari gejolak geopolitik global, risiko siber, perubahan iklim, hingga disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), seluruh faktor tersebut memaksa pelaku industri untuk memperkuat daya tahan dan mempercepat transformasi.

Dalam konteks itulah, Indonesia Insurance Summit (IIS) 2026 kembali digelar di Yogyakarta pada 11–13 Juni 2026. Forum strategis yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan ini menjadi ajang penting bagi regulator, pelaku industri, akademisi, hingga mitra internasional untuk merumuskan arah masa depan sektor perasuransian nasional.

Mengusung tema “Insurance in a Volatile World: Strengthening Resilience, Trust & Innovation”, Indonesia Insurance Summit 2026 berlangsung di Hotel Tentrem Yogyakarta dan diharapkan menjadi wadah lahirnya berbagai gagasan strategis dalam memperkuat ketahanan industri di tengah ketidakpastian global.

Ketidakpastian Global Jadi Tantangan Nyata

Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menilai dunia saat ini sedang berada dalam fase yang sangat dinamis. Konflik geopolitik, fluktuasi pasar keuangan, ancaman keamanan siber, serta perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap bisnis secara signifikan.

Ketua Umum DAI, Yulius Bhayangkara, mengatakan industri asuransi harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, Indonesia Insurance Summit 2026 menjadi momentum penting untuk menyatukan perspektif seluruh pemangku kepentingan agar industri tetap relevan, dipercaya masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

“Lingkungan industri saat ini semakin kompleks. Karena itu diperlukan kolaborasi yang kuat untuk memperkuat ketahanan sektor perasuransian Indonesia,” ujarnya.

Reformasi Sektor Keuangan Perkuat Fondasi Industri

Selain menghadapi tantangan global, industri asuransi Indonesia juga tengah memasuki fase transformasi besar melalui implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Sejumlah agenda reformasi yang sedang berjalan meliputi penguatan permodalan perusahaan asuransi, implementasi POJK Nomor 23 Tahun 2023, peningkatan tata kelola perusahaan, penguatan perlindungan konsumen, percepatan digitalisasi layanan keuangan serta pengembangan manajemen risiko berbasis standar internasional.

Ketua Steering Committee IIS 2026 sekaligus Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Budi Herawan, menyebut tema yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan kondisi industri saat ini.

Menurutnya, berbagai risiko baru terus bermunculan, mulai dari perubahan iklim, risiko siber, disrupsi teknologi, hingga ketidakpastian ekonomi global. Di sisi lain, masyarakat menginginkan perlindungan yang lebih baik dengan layanan yang cepat, mudah, dan transparan.

“IIS 2026 diharapkan menjadi ruang dialog produktif yang menghasilkan kolaborasi dan langkah konkret untuk meningkatkan daya saing industri perasuransian Indonesia,” katanya.

Aset Industri Asuransi Tembus Rp1.202 Triliun

Dengan jumlah penduduk yang telah melampaui 280 juta jiwa dan tingkat literasi serta penetrasi asuransi yang masih dapat terus ditingkatkan, ruang pertumbuhan industri dinilai masih sangat besar.

Data hingga April 2026 menunjukkan total aset industri asuransi Indonesia telah mencapai Rp1.202 triliun, tumbuh 3,39 persen secara tahunan (year-on-year).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyebut tahun 2026 menjadi fase penting untuk memperkuat implementasi berbagai agenda reformasi yang telah disiapkan.

Indonesia Insurance Summit 2026 menghadirkan pembicara nasional dan internasional dari berbagai institusi terkemuka.

Tak hanya konferensi utama, IIS 2026 juga menghadirkan Executive Leadership Forum serta Governance Leadership Forum yang mempertemukan direksi, komisaris, regulator, dan pimpinan asosiasi industri.

Selama tiga hari pelaksanaan, rangkaian kegiatan meliputi Welcome Dinner, Main Conference, Leadership Forums, hingga Golf Networking Event yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Melalui Indonesia Insurance Summit 2026, industri perasuransian Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan masa depan sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap stabilitas sistem keuangan, perlindungan masyarakat, dan pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (*)