INACRAFT Festival 2026 Siapkan Ruang Bisnis Baru bagi UMKM dan Perajin
Bukti nyata kerajinan Indonesia memiliki tempat yang kuat di pasar nasional maupun internasional.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama PT FERACO meluncurkan INACRAFT Festival 2026 di Jogja Expo Center, Rabu (15/7/2026), sebuah ajang baru yang diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar pameran kerajinan.
Festival ini disiapkan sebagai platform bisnis yang mempertemukan perajin, pelaku UMKM, desainer, pembeli (buyer), pemerintah, komunitas kreatif, akademisi, hingga mitra industri dalam satu ekosistem untuk memperkuat daya saing produk kerajinan Indonesia.
Ketua Umum ASEPHI, Muchsin Ridjan, mengatakan INACRAFT Festival merupakan komitmen organisasi dalam mendorong industri kerajinan Indonesia agar semakin inovatif, berdaya saing dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional.
"Tahun ini kami menghadirkan penyelenggaraan yang lebih kolaboratif, lebih inklusif serta memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku UMKM, perajin, desainer, komunitas kreatif, hingga buyer dari berbagai negara," ujar Muchsin dalam konferensi pers di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, INACRAFT Festival tidak hanya menjadi ajang memamerkan produk kerajinan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bisnis dan promosi budaya Indonesia melalui karya-karya terbaik para perajin.
"INACRAFT Festival adalah bukti nyata bahwa kerajinan Indonesia memiliki tempat yang kuat di pasar nasional maupun internasional. Kami berharap media dapat membantu menyampaikan semangat ini kepada masyarakat luas," katanya.
Muchsin menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan festival tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, sponsor, mitra strategis, hingga media massa yang selama ini turut mendorong perkembangan industri kerajinan nasional.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal ASEPHI, M Azis Bachtiar, menambahkan INACRAFT Festival 2026 merupakan inisiatif baru yang dirancang untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan Indonesia.
"Festival ini tidak hanya berfokus pada pameran, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, promosi, edukasi dan pengembangan bisnis bagi industri kerajinan Indonesia," ujarnya.
Menurut Azis, melalui festival tersebut ASEPHI ingin mempertemukan perajin, UMKM, desainer, buyer, pemerintah, komunitas, akademisi, hingga mitra industri dalam satu wadah yang produktif.
Dia berharap INACRAFT Festival mampu memperluas akses pasar, membuka peluang kolaborasi baru, mendorong inovasi, serta meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar nasional maupun internasional.
"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung penyelenggaraan INACRAFT Festival 2026 sebagai langkah nyata memajukan industri kerajinan Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global," katanya.
Tiga pilar
Sementara itu, Project Officer INACRAFT Festival ASEPHI, Emirita LN Pratiwi, menjelaskan penyelenggaraan perdana festival akan menyatukan tiga pilar utama, yakni Festival Program, Business Program, dan Education Program, yang dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi peserta maupun pengunjung.
Festival Program akan diisi Pameran Kerajinan Nusantara dan Internasional, Fashion Show, Festival Kuliner Nusantara bertajuk Pasar Kangen, Community Performance, aktivasi merek dan sponsor, Craft Tour, Royal Talks, hingga Podcast Studio.
Di sisi lain, Business Program akan menjadi salah satu daya tarik utama karena difokuskan untuk menciptakan transaksi dan kemitraan bisnis melalui Business Networking & Craft Connect. Program ini membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha, pembeli, distributor, hingga calon investor sehingga peluang kerja sama tidak berhenti pada transaksi selama pameran.
"Ekosistem bisnis yang kami bangun diharapkan mampu menciptakan transaksi yang berkelanjutan serta memperluas jaringan pasar produk kerajinan Indonesia," kata Emirita.
Selain aspek bisnis, festival juga disertai Education Program yang berisi Talkshow & Creative Forum, lokakarya interaktif, demonstrasi produk, hingga Craft Corner. Program edukasi tersebut dirancang agar pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai proses kreatif di balik produk kerajinan Indonesia.
"Kami berharap seluruh rangkaian program ini mampu menghadirkan pengalaman yang inspiratif, edukatif, dan berkesan bagi seluruh peserta maupun pengunjung," ujarnya.
Sebagai mitra strategis, Bank Mandiri turut mendukung penyelenggaraan INACRAFT Festival 2026 melalui berbagai layanan transaksi digital dan pembiayaan bagi pelaku UMKM. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
