Hotel Morazen Dukung Keistimewaan Yogyakarta

Dulu Kabupaten Kulonprogo tidak ada hotel bintang, sekarang ini dengan keberadaan Morazen, kami bangga.

Hotel Morazen Dukung Keistimewaan Yogyakarta
Perayaan hari jadi kedua Hotel Morazen Yogyakarta di Kulonprogo, Jumat (21/6/2024). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Hotel Morazen Yogyakarta merayakan hari jadi yang kedua, Jumat (21/6/2024). Mengusung tema Evening of Elegance, hotel yang terletak tepat di depan Yogyakarta International Airport (YIA) tersebut saat ini menjadi salah satu pendukung keistimewaan DIY.

"Yang dulu Kabupaten Kulonprogo tidak ada hotel bintang, sekarang ini dengan keberadaan Morazen, kami bangga karena bisa mendukung keistimewaan Yogyakarta," kata Deddy Pranowo Eryanto, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, di sela acara.

Deddy berbangga hati karena Hotel Morazen Yogyakarta dalam kiprahnya ikut membantu pemberdayaan masyarakat sekitar. Memiliki konsep luxury dengan interior aksen black dan gold, hotel itu tak melulu berorientasi pada bisnis namun juga bisa guyub sesarengan atau saling menguatkan, membantu dan menyemangati dengan stakeholder lain.

Meski jauh dari pusat kota di DIY, hotel bintang empat tersebut bahkan memiliki inovasi paket wisata menarik untuk menuju ke Malioboro. Salah satunya dengan naik Kereta Api (KA) Bandara di YIA.

"Terobosan ini luar biasa bagi Morazen dan peminat dari paket ini cukup banyak. Inovasi ini perlu dilakukan terus menerus dengan produk dari paket-paket yang ada," jelasnya.\

Bukit Menoreh

General Manager Morazen Yogyakarta, Henky Tambayong mengungkapkan walaupun lokasinya tak jauh dari YIA, hotel tersebut bukanlah hotel transit. Banyak wisatawan menginap di hotel dengan pemandangan Bukit Menoreh itu untuk menikmati kenyamanan.

"Segmentasi memang ada yang catching fisrt flight, tapi yang agak sedikit surprising ada individual guest yang datang memang untuk healing itu menduduki posisi dua teratas pengunjung dan ketiga ada government segment. Ini yang mendasari Morazen bukan hotel transit dengan fasilitas yang ditawarkan," jelasnya.

Litania Utami selaku manajer komunikasi pemasaran klaster dan humas hotel menambahkan, kenyamanan di hotel tersebut sesuai dengan tagline nama hotel.

Morazen dipilih sebagai nama hotel dengan menggabungkan kata Mora dalam bahasa Yunani yang berarti berlama-lama dan kata Zen dalam bahasa Jepang yang berarti ketenangan.

Dengan nama tersebut, pengguna layanan hotel diharapkan betah berlama-lama menginap dan mendapatkan ketenangan di tengah suasana alam yang asri. "Karena happening slow living, ini mewakili zen ketentraman kenyamanan dan biar stay lama-lama di sini," jelasnya.

Total 197 kamar

Tak hanya dekat dengan bandara, Morazen Yogyakarta Hotel juga tidak jauh dari daerah tujuan wisata di Kulonprogo. Di antaranya Pantai Glagah, Deswita Ngargosari dan Puncak Widosari.

​​​​​​​Bangunan Morazen Yogyakarta Hotel memiliki 10 lantai. Pada lantai dasar ada lobi dengan ruang tunggu luas, kolam renang, tempat bermain anak, kafe, dan restoran. Restoran hotel menyediakan layanan sarapan dengan beragam makanan.

Morazen Yogyakarta Hotel memiliki total 197 kamar, yang terdiri atas 32 kamar tipe superior, 147 kamar tipe deluxe, enam kamar tipe executive, dan 12 kamar suite dengan perlengkapan premium yang tersedia masing-masing dua unit di setiap lantai.

Hotel yang bangunannya dibuat dengan konsep minimalis dengan sentuhan budaya lokal ini juga menyediakan layanan spa dengan pemandangan Bukit Menoreh dan persawahan serta tempat menikmati musik di lantai 10.

"Tipe kamar Morazen Yogyakarta terdiri dari Superior Room, Deluxe Room, Executive Room, Executive Room, dan Suite Room," tambahnya. (*)