HIPKI Dorong Lulusannya untuk Mengentaskan Kemiskinan

HIPKI Dorong Lulusannya untuk Mengentaskan Kemiskinan

KORANBERNAS.ID,  KULONPROGO – Kepala Dinas Dikpora Kulonprogo, Arif Prastowo, mendorong Himpunan Penyelenggara Kursus dan Pelatihan (HIPKI) menjadi katalisator percepatan untuk menurunkan angka kemiskinan seiring.

Hal ini disampaikannya pada acara Syawalan dan Outbond  DPD HIPKI DIY di Omah Tabon, Kalurahan Krembangan Kapanewon Panjatan Kulonprogo Sabtu (28/5/2022).

Kepada koranbernas.id dia mengatakan HIPKI adalah mitra pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam pasal 31 UUD 1945 Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan pendidikan kursus dan pelatihan kepada seluruh rakyat.

“Jika organisasi HIPKI besar dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP)  besar maka akan menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengentaskan kemiskinan. HIPKI dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di DIY, sehingga LKP menjadi katalisator perkembangan perekonomian karena masyarakat membutuhkan keterampilan,” kata Arif Prastowo.

Angka pengangguran terbuka di Kulonprogo relatif rendah akan tetapi angka kemiskinan 18 persen. Hal ini disebabkan sebagian warga masyarakat mendapatkan pendapatan sangat rendah.

“Yang menjadikan keunikan di Kulonprogo usia harapan hidup  tertinggi se-DIY bahkan di Indonesia. Angka kemiskinan tinggi tapi angka usia harapan hidup tinggi itu sangat kontradiktif. Di sini peran HIPKI hadir sebagai mitra resmi pemerintah untuk memberikan pelatihan sehingga dapat menambah tingkat perekonomian warga,” kata Arif Prastowo.

Kasi LKP Kota Yogyakarta Anita Sri Madumurti mengatakan kegiatan ini yang punya gawe Kota Jogja akan tetapi berkolaborasi dengan Kulonprogo karena pemilik lokasi kegiatan ini adalah juga pemilik lembaga kursus di Yogyakarta.

“Berbeda dengan satuan pendidikan yang lain di mana LKP sangat berbeda di SD maupun SMP, jadi setiap kegiatan tidak bisa top down akan tetapi dengan materi yang berbeda. HIPKI sangat beragam keterampilan sehingga kerja sama antara HIPKI dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta harus berkolaborasi untuk mengentaskan pendidikan,” kata Anita.

Ketua DPD HIPKI DIY Anung Marganto menyampaikan pertumbuhan ekonomi DIY meningkat dapat dilihat potensi  traffic penerbangan di YIA sudah mencapai angka di kisaran 10.000 penumpang.

“Ini sebagai potensi yang sangat besar untuk dapat ditangkap oleh LKP yang ada di DIY. Ada banyak keterampilan yang baru untuk memenuhi kebutuhan mereka. Selain itu ada lima hotel yang dibangun yakni  Cordia Hotel, Dafam Hotel, Ibis Hotel, Novotel Hotel,  dan Swiss-belhotel. Tentu ini adalah peluang bagi LKP di DIY,” kata dia.

Agenda Syawalan ini adalah sebagai ajang silaturahim sesama pemilik maupun pengelola LKP. Setelah pandemi berlalu,  insan kursus segera bangkit berkarya sehingga dapat diterima  dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana Syawalan HIPKI Muhamad Rosyidi sekaligus Ketua HIPKI Kota Yogyakarta mengungkapkan selain acara silaturahim, syawalan juga diadakan outbound. Ini sangat penting untuk mempererat jalinan silaturahim di antara anggota.

“JIka hanya acara formal maka di antara anggota tidak bisa saling bertegur sapa karena terbatas pada kelompoknya di kabupaten atau kota masing-masing. Dengan outbound semua bisa berbaur sehingga keakraban akan semakin terjalin,” kata Didik, panggilan akrab Rosyidi.

Hadir dalam acara tersebut Plt Ketum DPP HIPKI Bambang Haryo Prabowo, Waketum III Perdana Afif Luthfi, Kabid Pendidikan Non Formal Kulonprogo Maryati, perwakilan dari Dinas Pendidikan Bantul, Sleman, Gunungkidul, Dewan Pertimbangan DPD HIPKI DIY Sumarmi Arimbi, Avianty Kartikasari, Maria Estri Putranti beserta lima Ketua DPC HIPKI Kabupaten/Kota se- DIY. (*)