Eks Napi Terorisme Gelar Upacara Hari Pahlawan di Pantai Parangtritis
Upacara ini merupakan inisiatif dari teman-teman yang kami sebut sebagai mitra deradikalisme dari wilayah Solo Raya dan DIY.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Memperingati Hari Pahlawan 10 November, eks narapidana terorisme (napiter) beserta keluarganya tergabung dalam Yayasan Gemasalam wilayah Solo Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar upacara di Pantai Parangtritis Kretek Bantul, Minggu (10/11/2024).
Sebagai inspektur upacara, Kasubdit Bina Masyarakat Direktorat Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kolonel (Pas) Sujatmiko dan diikuti 300 peserta upacara.
Upacara diawali pengibaran bendera merah putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945 dan amanat inspektur upacara.
"Upacara ini merupakan inisiatif dari teman-teman yang kami sebut sebagai mitra deradikalisme dari wilayah Solo Raya dan DIY. Kemudian kami mendukung keinginan dan semangat mereka memperingati Hari Pahlawan dalam rangka menumbuh-kuatkan rasa cinta terhadap NKRI," kata Kolonel (Pas) Sujatmiko.
Sudah rutin
Kegiatan pembinaan dan support terhadap para mitra deradikalisasi bukan hanya dilaksanakan saat ini saja. BNPT sudah secara rutin melakukan fasilitasi-fasilitasi kegiatan dalam rangka memperkuat rasa cinta para mitra deradikalisasi terhadap Indonesia.
"Mereka sudah melalui proses yang panjang sebelum akhirnya dinyatakan hijau. Dalam arti mereka sudah tidak memiliki ideologi-ideologi terorisme dan mereka mencintai negaranya Indonesia. Mereka juga sudah melakukan ikrar kesetiaan pada bangsa ini saat mereka di penjara," katanya.
Salah seorang peserta upacara CH (43) asal Kabupaten Bantul mengatakan peringatan Hari Pahlawan dalam rangka mengenang jasa para pendahulu hingga Indonesia bisa merdeka.
"Ini merupakan inisiatif dari teman-teman sebagai wujud kecintaan terhadap negara Indonesia," katanya. Selain upacara mereka juga melakukan sarasehan dan aksi bersih pantai. (*)