Sabtu, 27 Nov 2021,


dua-sastrawan-senior-luncurkan-antologi-puisi-dwitunggalKabid Kebudayaan Disparbud Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih dan Sastrawan Purworejo, Junaedy Setiyono meminta tanda tangan dua sastrawan Purworejo Soekoso DM dan Maskun Arta. (istimewa)


Wahyu Nur Asmani EW
Dua Sastrawan Senior Luncurkan Antologi Puisi Dwitunggal

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Dua orang sastrawan senior yang juga pendiri Kelompok Peminat Seni Sastra (Kopisisa) Purworejo, Maskun Artha dan Soekoso DM, kembali melengkapi dokumentasi sastra tanah air dengan meluncurkan buku Antologi Puisi Dwitunggal.


Antologi terbitan Nuhantra Production tersebut, masing-masing memuat 50 karya puisi pilihan yang digubah sejak dekade 1970-an hingga 2010-an dengan beragam gaya dan tema.


Kumpulan puisi Maskun Artha mengangkat judul Sepanjang Padang Batu, sedangkan karya-karya Soekoso DM terbingkai dalam tajuk Kolase Koral Kemarin.

Peluncuran antologi berlangsung secara Luring dan Daring di Pelataran Miss Rempah kompleks kantor Nuhantra Production, Jalan Letjen Sarwo Edhie Wibowo Gang Lesmana 20-C Purworejo, Sabtu (2/10/2021) malam.


Prosesi peluncuran ditandai penyerahan buku antologi oleh penerbit kepada penyair dilanjutkan kepada sejumlah perwakilan anggota junior dan senior Kopisisa Purworejo.

Acara juga dimeriahkan aksi baca, musikalisasi dan pantomisasi puisi. Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, yang hadir secara langsung juga turut menerima buku serta membacakan sejudul puisi karya Maskun Artha.

Soekoso DM mengatakan, antologi ini lebih merupakan dokumentasi “mini” dari sekian ratus karya puisi yang ditulisnya sejak tahun 1970-an. Sebagian di antaranya ada yang belum terpublikasi, baik di media cetak maupun buku-buku antologi puisi.

“Puisi-puisi itu masih terserak di berkas-berkas lama, yang ketika dibuka-buka kembali ternyata ada yang layak ditampilkan. Walau dari pena saya kini telah ada tujuh antologi puisi tunggal, kiranya dengan tambahan puisi dalam antologi ini cukup menggambarkan sepintas proses kreatif saya dari masa ke masa,” katanya.

Judul Kolase Koral Kemarin yang dipilih Soekoso bermakna himpunan atau gabungan (bagai kolase) karya-karya puisi lawas hingga tahun-tahun yang terlewat (bagai koral kemarin) yang disajikan jadi satu antologi.

Menurutnya, dengan menggandeng Nuhantra Production pihaknya juga ingin mengangkat penerbit lokal Purworejo.

“Kadang seniman atau penyair lebih bangga karyanya diterbitkan oleh penerbit di Jakarta, padahal dengan mengangkat local wisdom kita akan lebih berjaya,” tandasnya.

Judul Sepanjang Padang Batu yang dipilih Maskun Artha merupakan salah satu judul puisi yang termuat dalam antologi, Di Sepanjang Padang Batu. Baginya, puisi itu sangat bernilai karena merangkum pengalaman batin dan raganya saat berada di tanah suci.

Terkait Kopisisa, Maskun menyebut bahwa dalam upaya dokumentasi sastra, sejak tahun 1980 hingga kini setidaknya telah menerbitkan 12 Antologi Puisi dari putra putri purworejo serta para disapora. Kegiatan lainnya yang rutin digelar setiap bulan Oktober atau bulan bahasa yakni Lomba Kesastraan.

“Pada Bulan Bahasa tahun ini Insya-Allah Lomba Kesastraan juga akan kembali kita selenggarakan,” jelasnya.

Kiprah Kopisisa dan adanya peluncuran antologi puisi kali ini mendapat apresiasi dari Dyah Woro Setyaningsih. Sebagai Kabid Kebudayaan yang baru saja dilantik, pihaknya mengaku akan terus berkoordinasi dengan para seniman dan tak enggan mendapatkan masukan yang positif guna membangun Purworejo lebih baik.

“Semoga ke depan pemerintah dan seniman dapat terus bersinergi memajukan Purworejo agar lebih baik lagi,” ungkapnya.

Hantoro Wibowo selaku Pimpinan Nuhantra Production mengaku bangga bisa bekerja sama dengan kedua legenda hidup sastra Purworejo ini. Kehadiran buku antologi Dwitunggal dengan format yang unik ini diharapkan bisa ikut mewarnai dinamika dunia sastra di Purworejo.

“Buku antologi ini unik dan berbeda dengan format buku-buku pada umumnya. Buku ini terdiri dari dua judul oleh dua penulis yang berbeda tetapi dicetak dalam satu bendel buku yang sama dengan format bolak-balik atau dua muka. Di dalam buku ini juga disertakan kode batang yang jika dipindai dengan gawai akan menampilkan video puisi yang dibawakan sendiri oleh Soekoso DM dan Maskun Arta,” kata Hantoro, melalui siaran pers kepada koranbernas.id, Minggu (3/10/2021) malam. (*)


TAGS: sastra  puisi 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini