Dividen Jumbo Rp 4,07 Triliun, CIMB Niaga Perkuat Jajaran Direksi & Tata Kelola Perbankan
CIMB Niaga bagikan dividen tunai Rp4,07 triliun pasca RUPST 2026. Simak hasil lengkap RUPST, termasuk pengangkatan Budiman Tanjung sebagai Direktur dan susunan komisaris terbaru
KORANBERNAS.ID, JAKARTA--PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) resmi menetapkan langkah strategis pasca digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Dalam forum tertinggi tersebut, perseroan memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp4,07 triliun atau setara 60% dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan pembagian dividen ini menjadi sinyal kuat atas kesehatan fundamental bisnis perseroan. Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, mengungkapkan bahwa kinerja positif sepanjang 2025 merupakan buah dari konsistensi strategi Forward30.
"Kinerja ini membuktikan bahwa kami tetap berada di jalur yang tepat untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh stakeholders, selaras dengan purpose kami untuk membantu nasabah mewujudkan aspirasinya," ujar Fransiska.
Restrukturisasi Direksi dan Penguatan Dewan Pengawas Syariah
Selain pembagian dividen, RUPST juga menghasilkan keputusan krusial terkait manajemen perseroan. CIMB Niaga resmi mengangkat Budiman Tanjung sebagai Direktur baru. Budiman, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief of Network & Digital Banking, dipercaya membawa keahlian mendalam di industri perbankan untuk memperkuat akselerasi digital perseroan.
Di sisi lain, jajaran Dewan Pengawas Syariah (DPS) juga mengalami penyegaran dengan masuknya Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag. menggantikan Prof. Dr. Fathurrahman Djamil. Untuk memastikan transparansi dan tata kelola tetap terjaga, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali jajaran Komisaris, termasuk Didi Syafruddin Yahya sebagai Presiden Komisaris. Langkah ini mencerminkan komitmen CIMB Niaga dalam mengedepankan tata kelola terbaik sesuai standar ASEAN Corporate Governance Scorecard.
Komitmen Keberlanjutan dan Strategi Masa Depan
Tidak hanya soal manajemen, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya, mulai dari pengkinian Recovery Plan hingga laporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB). Selain itu, perseroan juga memberikan persetujuan atas pembelian kembali saham (buyback) untuk program remunerasi bagi Material Risk Taker (MRT). Dengan fondasi manajemen yang baru dan penguatan tata kelola yang semakin solid, CIMB Niaga optimis dapat menjaga konsistensi performa di tahun buku 2026 dan memperkuat posisinya sebagai bank pilihan utama di Indonesia. (*)
Siaran Pers
