Di Tengah Pandemi, Dinkes Tetap Eliminasi Malaria

Di Tengah Pandemi, Dinkes Tetap Eliminasi Malaria

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO--Di tengah pandemi Covid-19, Dinas Kesahatan Purworejo tetap berusaha mengeliminasi wabah Malaria.

Kepala Dinas Kesahatan Purworejo melalui Trio Darmaji Kasi Penanggulangan Penyakit mengatakan, pada dua tahun terakhir di Purworejo sudah tidak terjadi kasus.

“Pada tahun 2019 ada 30 kasus dan pada tahun 2020 ada 6 kasus. Itupun merupakan kasus impor. Yang terjadi di tahun 2020 ada 6 kasus terjadi di Kecamatan Kaligesing, Bruno dan Bener yang semuanya adalah pendatang dari luar Jawa,” terang Trio.

Trio mengatakan, persyaratan untuk eliminasi Malaria adalah tidak ada kasus setempat. Jangan sampai ada kasus penularan di Purworejo dan Slide indek kurang dari 5 persen, selama tiga (3) tahun berturut-turut.

"Sesuai pesan Pjs Bupati yang lalu Yuni Astuti, Dinkes Purworejo harus hati-hati, agar tidak terjadi kasus malaria. Sementara Kabupaten Purworejo sudah dua tahun yaitu 2019 dan 2020 nihil kasus. Tinggal 1 tahun lagi. Jangan sampai kecolongan, agar bisa mengeliminasi malaria,” katanya.

Untuk itu lanjut Trio, peran serta juru pengawas desa (JPD) selain puskesmas, harus mengontrol tamu- tamu yang berasal dari daerah endemis. Di Jateng masih ada 2 kabupaten yang belum eliminasi malaria, yaitu Banjarnegara dan Purworejo. Sedangkan di wilayah DIY hanya Kabupaten Kulon Progo yang belum eliminasi.

Trio melanjutkan, Kabupaten Banjarnegara 2019 masih muncul kasus malaria dan Kulon Progo kondisi sama dengan Purworejo yaitu 2 tahun tanpa kasus. Trio juga mengingatkan penyakit malaria disebabkan parasit berasal dari nyamuk anopheles.

“Untuk itu, semua pendatang dari endemis malaria semua akan diperiksa. Sehingga harapannya walaupun ada yang datang tidak menularkan,” imbuh dia.

Trio mengatakan, pihaknya telah melakukan pengendalian dengan abatysasi dengan lavasida. Telur Nyamuk Anopheles akan berumur 7 hari di tempat air yang berhubungan dengan tanah, seperti kolam, sawah dan paritan.

“Saat ini perlu diwaspadai perkembangannya. Kalau musim penghujan jelas bibit nyamuk akan terbawa air. Sebaliknya kalau musim kemarau air di genangan cenderung kering sehingga menyulitkan perkembangannya,” jelas Trio. (*)