Senin, 25 Jan 2021,


danrem-072pamungkas-siap-disuntik-vaksin-sinovacBrigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan ketika meninjau laboratorium pembuat perangkat Genose C19 beberapa waktu lalu. (rosihan anwar/koranbernas.id)


Rosihan Anwar

Danrem 072/Pamungkas Siap Disuntik Vaksin Sinovac


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA --  Setelah Presiden Joko Widodo dan para menteri kabinet Indonesia Maju memulai program vaksinasi nasional, Rabu (13/01/2021), di Istana Negara, secara serentak di 34 provinsi penyuntikan perdana vaksin Covid-19 akan dilakukan dengan melibatkan kepala daerah dan pejabat publik Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida).

Di Yogyakarta, Wakil Gubernur Sri Paku Alam X akan menjadi persona pertama yang mendapat suntikan vaksin, Kamis (14/01/2021) di Kepatihan. Pejabat lain yang menyatakan siap di antaranya Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan.


“Pak Danrem siap untuk divaksin. Kami sudah dapat permintaan dari Pemda DIY untuk (program) vaksinasi. Intinya kita siap mendukung,” ujar Mayor Agus Sriyanta,  Kapenrem 072 Pamungkas, Selasa (12/01/2021) sore kepada koranbernas.id.

Ibnu Bintang Setiawan bahkan sudah melakukan simulasi penyuntikan pada Senin (11/01/2021). Simulasi dilakukan di RS DKT Dr Soetarto Yogyakarta Jalan Juwadi 19 Kotabaru.


“Untuk alur (vaksinasi) beliau sudah tahu. Senin kemarin Pak Brigjen Ibnu Bintang sudah melakukan simulasi di RS DKT,” kata Agus.

Untuk anggota TNI yang akan mendapat vaksinasi di tahap pertama, Agus menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendataan dan mengirim data.

Namun, alokasi yang akan diberikan bagi prajurit TNI di lingkungan Korem 072 Pamungkas masih belum diketahui.

“Personel Korem ada 300-an lebih, belum menghitung Kodim dan Koramil. Pendataan sudah kami lakukan, tapi kabar untuk vaksinasi belum ada,” tambahnya.

Sultan beri dukungan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setianingastutie menyebutkan Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi sosok yang dikecualikan dalam program vaksinasi tahap pertama ini. Hal tersebut karena karakteristik vaksin Sinovac hanya diperbolehkan untuk batasan umur tertentu.

“Sinovac ini adalah vaksin yang dalam uji trialnya pun untuk usia 18-59 tahun. Lha Ngarsa Dalem kan usianya sudah di atas itu. Jadi atas rekomendasi para tenaga ahli, beliau nanti pada saatnya ada vaksin untuk lansia,” sebut Pembajun.

Meski demikian, Sultan selaku Gubernur akan hadir memberikan dukungan terhadap program vaksinasi. Sultan juga akan mendorong masyarakat DIY bersedia divaksin.

“Kalau sekarang tidak boleh beliau menerima vaksin Sinovac, tetapi beliau akan hadir. Beliau juga akan memberikan support untuk pelaksanaan (vaksinasi) itu,” jelasnya.

Selain Danrem, Kapolda DIY juga menyatakan siap mendapat suntikan perdana vaksin Sinovac. Sementara untuk Kajati DIY, Kasi Penkum Kejati, Djaka Wibisana menyatakan, vaksinasi akan diikuti oleh pejabat eselon IV. “Untuk Pak Kajati sementara ini menginstruksikan agar diwakilkan pejabat eselon IV,” ucapnya.

Sejumlah 26.800 dosis vaksin Sinovac telah didistribusikan ke Yogyakarta tahap pertama pada 5 Januari silam. Kabupaten Sleman mendapat pengiriman vaksin terbanyak sejumlah 12.342 dosis diikuti Kota Yogyakarta 9.728 dosis.

Sedangkan tiga kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo masih harus menunggu termin kedua pengiriman vaksin tahap pertama dari perusahaan Biofarma. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini