Sabtu, 27 Feb 2021,

breaking-news-gunung-merapi-luncurkan-awan-panasKondisi Gunung Merapi saat meletus, Rabu (27/1/2021). (istimewa)


Nila Hastuti
Breaking News: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas

SHARE

KORANBERNAS.ID,SLEMAN--Guguran awan panas Gunung Merapi kembali terjadi sepanjang hari Rabu (27/1/2021) sejak pagi hingga siang. Awan panas Gunung Merapi terus meluncur ke arah barat daya di Sungai Krasak dan Boyong. Hingga pukul 12.00 WIB dilaporkan sebanyak 22 kali awan panas dengan jarak luncuran berkisar 800-1.600 meter.

Menyusul peningkatan kejadian awan panas tersebut, masyarakat Dusun Turgo, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman bersiap untuk mengungsi. Sejak Rabu (20/1/2021) lalu, warga sebenarnya sudah mulai mengungsi namun sebatas hanya pada malam hari.

  • Sleman Jadi Holopis Kutha Baris
  • Aksi Kecil The Grey untuk Palu

  • Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Supriyanto mengaku telah memerintahkan warga di padukuhan Turgo RT 03 dan 04, Kalurahan Purwobinangun, Pakem terutama yang bermukim diseputaran Kali Boyong, untuk bergeser turun dan mengungsi sementara di SD Sanjaya Tritis.

    "Saya perintahkan, agar tidak was-was, mengungsi sementara di SD Sanjaya Tritis," kata Joko, Rabu (27/1/2021) sore.

  • Tidak Ada Kompromi, Bongkar Reklame tak Bertuan
  • PSK hingga Pejabat Hadiri Pengajian Gus Miftah

  • Menurut Joko, total warga yang ada di-dua rukun tetangga (RT) di padukuhan Turgo tersebut, berjumlah sekitar 150 jiwa. Joko memang belum mengetahui secara pasti, berapa warga yang akhirnya mengungsi sementara akibat letusan Merapi.

    Saat ini, berbagai persiapan terus dilakukan. Karena gedung SD Sanjaya Tritis yang digunakan mengungsi sementara masih bersifat terbuka. Jika kondisi memburuk, warga akan segera dievakuasi.

    "Kita siapkan pengungsian di barak Pandanpuro dan Purwobinangun," tutur Joko.

    Sementara Tim Siaga Bencana Purwobinangun khususnya Turgo terus meningkatkan kewaspadaan. Tim mengevakuasi warga Turgo Purwobinangun Pakem ke titik kumpul di SD Sanjaya dan Lapangan Tritis. Mengerahkan armada dan sumberdaya BPBD dan Instansi terkait serta relawan untuk membantu proses evakuasi. Menyiapkan barak pengungsian Purwobinangun di Watuadeg Purwobinangun Pakem, menyiapkan dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi dan membatasi atau menutup akses jalan ke Turgo Purwobinangun Pakem.

    Sejumlah warga Kalitengah Lor dan Kalitengah Kidul sempat merasa kaget dan berlari keluar rumah saat terjadi awan panas cukup besar dari Gunung Merapi pada Rabu siang.

    "Namun kepanikan warga tidak terlalu lama, dan saat ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Suparmono,  Panewu Cangkringan. 

    Menurut Suparmono, sampai saat ini kondisi di Kalitengah Lor maupun Kalitengah Kidul masih relatif aman dan tidak terpantau adanya hujan abu di wilayah setempat.

    "Tidak ada evakuasi warga lereng Merapi. Mereka tidak diungsikan ke barak. Saat ini sudah pulang ke rumah masing-masing," katanya.

    Pihaknya bersama jajaran TNI dan Polri serta Tagana dan sejumlah kelompok relawan masih terus melakukan pemantauan setiap perkembangan aktivitas Merapi.

    "Di wilayah paling atas Glagaharjo saat ini masih siaga personel Babinkamtibmas dan Babinsa serta sejumlah relawan, sejauh ini masih aman dan tidak ada pengungsian," tutur Suparmono.(*)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini