Bisnis Mobil BMW Bekas terus Berkembang

Bisnis Mobil BMW Bekas terus Berkembang

KORANBERNAS.ID – Bisnis otomotif di Indonesia, dalam setahun terakhir ini relatif tidak berkembang, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat. Meskipun demikian, mobil merk BMW yang disalurkan melalui BMW Astra tetap mencatat pertumbuhan positif. “Secara umum, pertumbuhan bisnis otomotif di mobil kelas premium memang stagnan,” ujar Chief Executive BMW Astra Fredy Handjaja kepada wartawan di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa pagi (10/9/2019). Ia antara lain didampingi After Sales Manager BMW Astra Budi Kurniawan dan Marketing & CRM Manager BMW Astra Martha Andhyka Maharani. Mereka datang ke Yogyakarta dalam rangka menyapa pelanggan mobil BMW melalui program “beli, servis, jual”.

 

Menurut Fredy Handjaja, peningkatan tajam penjualan mobil BMW terjadi di sektor penjualan mobil bekas (used car) yang mencatat pertumbuhan 35% pada Agustus tahun 2019 dibanding bulan yang sama tahun 2018. Mobil BMW bekas yang dijual adalah paling lama berusia 7 tahun dengan catatan jelajah tidak lebih dari 60.000 km. Semua mobil BMW bekas yang dijual, memiliki rekam jejak perawatan dan dipastikan bukan mobil yang pernah mengalami tabrakan berat atau bekas korban banjir.

 

Fredy menjelaskan, BMW Astra adalah diler terbesar mobil BMW di Indonesia, dengan delapan outlet tersebar di Jakarta, Semarang, Surabay, Makasar dan Denpasar. Khusus di Jakarta, BMW Astra memiliki 4 outlet. Program “beli, servis dan jual” yang diperkenalkan, menurut Fredy dimaksudkan untuk memanjakan konsumen BMW. Dengan konsep itu, pelanggan tidak perlu dibuat ribet dengan mobil yang mengalami masalah. “Semua akan kami tangani dengan baik. Mereka yang menjual kembali ke BMW Astra dipastikan mendapatkan harga yang layak,” katanya.

 

Menurut Budi Kurniawan, bagi pelanggan BMW di Yogyakarta, bengkel yang membantu perbaikan mobil BMW ada di Jl. Lingkar Selatan, Panggungharjo, Sewon, Bantul. (iry)