atas1

New Normal Dimulai, BOB Belum Buka Destinasi Wisata

Selasa, 09 Jun 2020 | 21:37:52 WIB, Dilihat 197 Kali
Penulis : Yvesta Putu Sastrosoendjojo
Redaktur

SHARE


New Normal Dimulai, BOB Belum Buka Destinasi Wisata Pembersihan dan penyemprotan kawasan Delaoano Glamping dalam rangka menyambut New Normal. (istimewa)

Baca Juga : Kampung Siaga COVID-19 Beralih Menjadi Pos Keamanan


KORANBERNAS.ID, JOGJA -- Kebijakan New Normal mulai diberlakukan. Namun hingga saat ini Badan Otorita Borobudur (BOB) belum akan membuka destinasi wisata yang berada di bawah pengelolaan mereka.

"Untuk pembukaan Deloano Glamping di Purworejo sebagai salah satu destinasi wisata kami belum dibahas sampai kesana, karena kami patuh pada kebijakan pemerintahan pusat dan daerah. Maksudnya kalau  pemerintah pusat sudah mengizinkan pembukaan tempat wisata tapi daerah belum kan kami tak bisa memaksakan," papar Direktur Utama (Dirut) Indah Juanita, Selasa (9/6/2020).

Satuan kerja (Satker) dibawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu lebih memilih untuk melakukan persiapan menuju masa kenormalan baru tersebut. Salah satunya dengan menyusun SOP pembukaan kembali destinasi wisata berdasarkan protokol pencegahan Covid-19.

Selain menunggu selesainya SOP tersebut, BOB juga berkonsentrasi pada persiapan-persiapan menuju New Normal. Persiapan seperti membersihkan kawasan wisata Deloano Glamping yang sudah ditutup sejak dua bulan terakhir seiring COVID-19.

"Kami bekerja sama dengan Pemprov DIY dan Jateng dalam menyusun SOP saat New Normal nanti. Misalnya dalam menerima tamu itu harus seperti apa. Ini masih kami matangkan terus," paparnya.

Indah menambahkan, persiapan sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Diantaranya membersihkan obyek wisata seperti disemprot disinfektan. Fasilitas pun disiapkan sesuai protokol kesehatan.

"Ada tempat cuci tangan, ada penanda jaga jarak," jelasnya.

Koordinator penyemprotan, Stief Agus Susanto menjelaskan, pembersihan dan penyemprotan dilakukan di kawasan Delaoano Glamping. Selain menyemprotkan cairan disinfektan di beberapa titik, juga dilakukan penyemprotan. Untuk penyemprotan difokuskan pada kamar-kamar penginapan.

"Penyemprotan kami lakukan dua sesi, yakni untuk eksterior dengan cairan disinfektan lalu interior dengan pengasapan," jelasnya.

Stief mengatakan, pengasapan yang dilakukan di Deloano menggunakan teknologi khusus bernama thermal nano fogging dimana mengubah cairan menjadi nano atau partikel berukuran sangat kecil.

Dengan teknologi ini maka asap bisa menjangkau ke seluruh bagian ruangan. Hal ini aman untuk makhluk hidup, tidak meninggalkan bekas baik aroma, bercak dan noda serta tidak korosif.

"Beda dengan disinfektan dan teknologi ini bisa membunuh kuman, bakteri dan virus sampai 99 persen karena sudah diuji di laboratorium Dinkes DIY," imbuhnya.(yve)



Selasa, 09 Jun 2020, 21:37:52 WIB Oleh : W Asmani 161 View
Kampung Siaga COVID-19 Beralih Menjadi Pos Keamanan
Selasa, 09 Jun 2020, 21:37:52 WIB Oleh : Nanang WH 247 View
Kebumen Nihil Kasus Covid-19 Setelah 32 Pasien Sembuh
Selasa, 09 Jun 2020, 21:37:52 WIB Oleh : Nanang WH 273 View
Ekonomi Turun Akibat Stay at Home, PDI Perjuangan Dukung Penerapan New Normal di Kebumen

Tuliskan Komentar