Bayang-bayang Rugi Akibat Dagangan Tidak Laku Selalu Menghantui
Pemkab Klaten tidak bisa memperbaiki semua atap los Pasar Wedi karena keterbatasan anggaran.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Sejumlah pedagang di Pasar Wedi Kabupaten Klaten meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten segera memperbaiki atap los yang bocor.
Sebab, dengan kondisi yang ada saat ini membuat pedang tidak nyaman berjualan. Apabila hujan turun, lantai los kebanjiran dan licin. Sedangkan hari-hari biasa pembeli yang berkunjung juga sepi.
Akibatnya, banyak pedagang memilih tidak berjualan. Kalau tetap berjualan, bayang-bayang rugi akibat dagangan tidak laku selalu menghantui.
Tutik, pedagang daging yang berjualan di los daging Pasar Wedi saat ditemui di tempatnya berjualan mengatakan atap los daging sudah lama bocor dan tidak diperbaiki.
Pedagang terpaksa memasang sendiri atap di tempatnya berjualan. (masal gurusinga/koranbernas.id)
Agar tidak terganggu saat berjualan, dirinya berinisiatif memasang atap sendiri di los tempatnya berjualan. Atap yang terbuat dari galvalum dan baja ringan itu disebut-sebut menelan dana sekitar Rp 1,5 juta.
"Atapnya pada bocor dan belum diperbaiki. Padahal sudah berkali-kali kami sampaikan untuk segera diperbaiki. Waktu Bupati datang ke sini (los daging) beberapa waktu lalu sudah kami sampaikan juga, tapi sampai sekarang belum juga ada perbaikan. Karena belum diperbaiki, saya pasang atap sendiri dan biaya sendiri," kata warga Desa Trunuh Klaten Selatan itu.
Tutik menambahkan, sebenarnya los tempatnya berjualan itu bukan atas nama dirinya, melainkan atas nama pedagang lain yang sedang sakit. Dirinya hanya menempati sementara.
Karena kondisinya yang memprihatinkan, setiap hari hanya ada empat pedagang daging saja yang berjualan. Padahal, jumlah pedagang los dalam kondisi normal berjumlah puluhan orang.
Sepi pembeli
Selain los daging, keprihatinan juga terjadi pada los pakaian. Penyebabnya, karena atap yang bocor dan sepi pembeli. Pedagang los pakaian tidak ada satupun yang berjualan.
Pada tahun 2025, Pemkab Klaten merenovasi atap beberapa los Pasar Wedi. Namun, karena keterbatasan anggaran tidak bisa memperbaiki semua atap los, seperti atap los daging dan atap los pakaian.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Klaten, Anang Widjatmoko saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026), menyatakan benar atap los daging dan los pakaian belum diperbaiki pada pemeliharaan tahun 2025 karena tidak cukup anggaran.
"Semoga di perubahan kita dapat anggaran untuk renovasi pasar Wedi," ujar mantan Camat Ngawen itu. (*)
Masal Gurusinga
