atlet-harus-disiplin-berlatih-prestasi-bukan-sesuatu-yang-instanStefanus Aan Isa Nugroho saat menghadiri Gelar Capacity Building yang diselenggarakan KONI Purworejo, Rabu (23/11/2022), di Hotel Ganesha. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Atlet Harus Disiplin Berlatih, Prestasi Bukan Sesuatu yang Instan

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Seorang atlet untuk mencapai prestasi perlu kerja keras, disiplin berlatih dan semangat. Prestasi dicetak dengan perjuangan bukan sesuatu yang instan.


"Olahraga juga bukan merupakan kesenian tradisional, latihan kalau ada tanggapan. Olahraga sebuah prestasi,diperlukan kerja keras dan disiplin latihan," ujar Stefanus Aan Isa Nugroho, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Purworejo saat Gelar Capacity Building, Rabu (23/11/2022), di Hotel Ganesha Purworejo.


Dia mendukung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Purworejo yang menyelenggarakan kegiatan Capacity Building,  dalam rangka meningkatkan prestasi atlet di Kabupaten Purworejo menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2023.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh KONI. Capacity Building ini menitikberatkan pada sistem manajemen dalam membangun olahraga. Dengan digelarnya kegiatan ini diharapkan ke depan prestasi para atlet Purworejo dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya.


Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Sumaryanto, mengatakan dalam rangka menghadapi Porprov 2023, KONI Kabupaten Purworejo menggelar Capacity Building dengan tema Manajemen dalam membangun prestasi olahraga.

Kegiatan itu diikuti sekitar 100 orang terdiri atas perwakilan cabang olahraga (cabor) yang lolos Porprov 2023.

Sumaryanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah-langkah penting meningkatkan prestasi olahraga Purwoejo.

Pada acara tersebut KONI mengundang dua orang perwakilan dari masing-masing-masing cabor. Ada 35 cabor dikalikan dua ditambah 30 orang Pengurus KONI.

"Semua atlet yang telah lolos Porprov 2023 akan didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini kami lakukan sebagai bukti keseriusan KONI meningkatkan kesejahteraan para atlet,” tandasnya.

Hadir pada acara tersebut Kabid Olahraga Nanang Agus Utomo, narasumber manajemen olahraga, Yudhi Prasetyo  dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) serta peserta dari seluruh cabor se-Kabupaten Purworejo.

Yudhi sebagai narasumber utama mengangkat tentang penguatan manajemen Sumber daya manusia (SDM) menjelaskan,  untuk meningkatkan prestasi olahraga diperlukan seorang pemimpin yang mempunyai kompetensi.

Menurutnya, cabor harus dapat memilih manajer yang mempunyai kompetensi, tidak hanya pengalaman tapi pendidikan juga sangat mempengaruhi sistem manajemen.

“Kriteria yang harus dipenuhi sebagai menajer yakni harus mempunyai kompetensi teknis, hubungan dengan manusia, konseptual sampai dengan kompetensi tambahan untuk sinergitas dengan mitra,” ujarnya.

Yudhi menambahkan, walaupun materi yang diberikan kepada semua cabor sama, namun setiap cabor mempunyai permasalahan berbeda. Titik lemahnya tidak sama.

Sinergi dengan organisasi manajemen harus dikuatkan terlebih dulu. “Untuk meraih prestasi alangkah baiknya kita dapat menggunakan sistem manajeman piramid yang dimulai dari sekolah-sekolah, untuk jenjang progam popda dan klub ke jenjang porprov hingga tingkat nasional,” ungkapnya. (*)


TAGS: KONI  Purworejo 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini