ASN dan Organisasi Perempuan di Sleman Ikut Meramaikan Pasar Rakyat
Kegiatan ini untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di pasar tradisional.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147, menyambut Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman serta Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya mengoptimalkan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) serta mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk para pedagang di pasar rakyat/tradisional Kabupaten Sleman.
"Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman menyelenggarakan Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (Gempar) yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di lingkungan Pemkab Sleman, dan juga berkolaborasi dengan organisasi-organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Sleman," kata Aris Herbandang, Sekretaris Disperindag Sleman, Rabu (23/4/2026).
Dia menjelaskan, kolaborasi ini ditegaskan melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor: 0262 Tahun 2026 tanggal 20 April 2026 tentang Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (Gempar), yang dilaksanakan tanggal 22-30 April 2026.
Herbandang menyampaikan tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di pasar rakyat/tradisional sekaligus mendorong peningkatan pendapatan para pedagang pasar rakyat/tradisional.
Publikasi belanja
"Melalui surat edaran selain menggerakkan perangkat daerah untuk berbelanja, juga meminta untuk mendokumentasikan kegiatannya dan mengunggah di media sosial baik instansi maupun pribadi sebagai bentuk publikasi belanja di pasar tradisional," jelas Herbandang.
Melalui Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (Gempar), seluruh elemen masyarakat diajak berperan aktif dalam menghidupkan kembali pasar rakyat sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang berdaya saing.
Bertepatan dengan Hari Kartini dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman beserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman menggandeng sejumlah organisasi perempuan di Kabupaten Sleman untuk ikut berpartisipasi dalam Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat.
Ajakan ini direspons positif oleh sejumlah organisasi perempuan yaitu Persit Kodim Sleman, Bhayangkara Polresta Sleman, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Sleman, Dharmayukti Karini Sleman, Dharma Wanita Persatuan Kemenag dan Kementerian Haji Sleman, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sleman serta Dharma Wanita Persatuan Sleman yang diikuti oleh DWP 17 Kapanewon sampai DWP Kalurahan.
Menggerakkan perekonomian
Mereka sepakat untuk berpartisipasi dalam Gempar dengan berbelanja bersama nglarisi sejumlah pedagang pasar tradisional Sleman.
Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Mila Harda Kiswaya menyampaikan kegiatan Gempar bertepatan dengan Hari Kartini, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 sekaligus menyambut Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, menjadi yang momentum yang baik bagi perempuan secara bersama ikut menggerakkan perekonomian daerah dengan berbelanja di pasar tradisional.
"Selain menggerakkan ekonomi juga menjadi media organisasi untuk menyapa pedagang pasar yang kebanyakan kaum perempuan. Kami mengapresiasi respons positif dan partisipasi aktif dari organisasi-organisasi perempuan yang telah menyambut baik ajakan kami untuk mengikuti kegiatan Gempar Sleman," katanya.
Meramaikan pasar rakyat berarti telah berkontribusi secara kolektif memperkuat kondisi ekonomi keluarga, utamanya perempuan-perempuan yang mengais rezeki dari aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
Pemerintah Kabupaten Sleman berharap melalui Gempar ini, pasar rakyat dapat semakin berkembang, UMKM semakin berdaya saing, serta penggunaan produk dalam negeri semakin meningkat. Partisipasi aktif seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan gerakan ini dalam memperkuat ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. (*)
Nila Hastuti
