Smartwatch Bergeser Jadi Pendamping Kesehatan Preventif, AI Kian Berperan

Smartwatch kini berkembang dari sekadar pelacak aktivitas menjadi pendamping kesehatan preventif. Samsung menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dengan fitur AI untuk memantau kondisi tubuh, mendukung olahraga luar ruang, dan membantu pengguna memahami data kesehatan secara lebih komprehensif.

Smartwatch Bergeser Jadi Pendamping Kesehatan Preventif, AI Kian Berperan
Pengenalan fitur terbaru Galaxy Watch Ultra2 digelar secara virtual, Jumat (24/7/2026). Perangkat ini mengusung teknologi AI untuk mendukung pemantauan kesehatan sekaligus aktivitas olahraga luar ruang. (yvesta putu ayu/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Perkembangan teknologi wearable mendorong perubahan fungsi smartwatch. Perangkat yang sebelumnya lebih dikenal sebagai alat untuk menghitung langkah dan memantau aktivitas fisik kini mulai diarahkan untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi tubuh penggunanya.

Tren ini terlihat dari semakin banyaknya fitur kesehatan yang ditanamkan pada perangkat smartwatch generasi terbaru. Data mengenai detak jantung, aktivitas fisik, kualitas tidur, hingga tingkat kebugaran mulai diolah menjadi informasi yang dapat membantu pengguna memahami kondisi tubuh dalam keseharian.

Samsung menjadi salah satu perusahaan teknologi yang mengikuti perkembangan tersebut melalui peluncuran Galaxy Watch Ultra2. Perangkat ini membawa sejumlah fitur pemantauan kesehatan berbasis AI sekaligus menyasar pengguna yang memiliki aktivitas olahraga luar ruang, termasuk trail running dan diving.

"Banyak masyarakat yang mengikuti kegiatan olahraga lebih sering, seperti salah satu contohnya lapangan padel ada di mana-mana. Hal itu menunjukkan kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin besar sehingga jadi spirit kami meluncurkan Galaxy Watch Ultra2," kata MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Tipe Sultan, saat acara pengenalan fitur terbaru Galaxy Watch Ultra2 secara virtual, Jumat (24/7/2026).

Kehadiran fitur berbasis AI menjadi bagian dari perubahan pendekatan industri wearable. Data kesehatan yang dikumpulkan perangkat tidak lagi hanya disajikan dalam bentuk angka, tetapi diolah menjadi sejumlah indikator yang lebih mudah dipahami pengguna.

Dalam ekosistem Samsung Health, misalnya, pengguna dapat melihat informasi mengenai beban aktivitas kardio harian, tingkat kebugaran, tanda-tanda vital, hingga indikator kesehatan jantung.

"Informasi tersebut diharapkan dapat membantu pengguna mengenali pola kondisi tubuh dari waktu ke waktu," jelasnya.

Meski demikian, perangkat wearable pada dasarnya tetap memiliki keterbatasan. Informasi yang diberikan smartwatch lebih tepat dipandang sebagai alat bantu untuk memahami kondisi tubuh dan aktivitas sehari-hari, bukan sebagai pengganti pemeriksaan atau diagnosis medis oleh tenaga kesehatan.

Di luar fungsi kesehatan, perkembangan smartwatch juga mengikuti meningkatnya minat terhadap olahraga dan aktivitas luar ruang. Galaxy Watch Ultra2, misalnya, membawa fitur yang dirancang untuk mendukung aktivitas trail running dengan informasi terkait elevasi dan perjalanan di medan yang memiliki perubahan ketinggian.

Untuk aktivitas diving, perangkat tersebut juga dibekali kemampuan pemantauan sejumlah data selama penyelaman. Pengembangan fitur ini dilakukan bersama Mares, perusahaan yang bergerak di bidang peralatan diving.

Perubahan fungsi smartwatch ini menunjukkan bahwa persaingan di industri wearable mulai bergeser. Jika sebelumnya produsen berlomba menghadirkan fitur untuk menunjang komunikasi dan kebugaran dasar, kini kemampuan membaca dan mengolah data kesehatan menjadi salah satu area yang semakin mendapat perhatian.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, perangkat wearable berpotensi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Namun, tantangannya bukan hanya bagaimana mengumpulkan semakin banyak data, melainkan bagaimana memastikan informasi tersebut benar-benar mudah dipahami, relevan, dan digunakan secara bijak oleh penggunanya.

Galaxy Watch Ultra2 mulai ditawarkan di pasar Indonesia dengan harga Rp10.499.000. Samsung membuka periode pre-order pada 22 Juli hingga 13 Agustus 2026.

Galaxy Watch Ultra2 hadir dalam dua pilihan warna, Titanium Silver dan Titanium Gray. Sementara itu, Galaxy Watch 9 tersedia dalam pilihan warna Graphite dan Silver untuk ukuran 44 mm serta Graphite dan Cream untuk ukuran 40 mm.

Samsung juga menghadirkan beragam strap khusus untuk Galaxy Watch Ultra2, mulai dari Marine Band berbahan silikon, PeakForm Band berbahan hybrid, hingga Trail Band berbahan kain.

"Pilihan strap ini dapat disesuaikan pengguna dalam segala aktivitas," paparnya. (*)