Warga Gaten Bantul Gelar Merti Dusun sebagai Wujud Syukur
Dalam acara ini ada tahlil dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Warga Padukuhan Gaten Kalurahan Tirtomulyo Kapanewon Kretek Bantul menggelar Merti Dusun 2024.
Malam harinya bertepatan malam 1 Muharram 1446 Hijriah atau 1 Sura tahun Jawa dilakukan umbul donga dan pergelaran wayang kulit Kudhung Wakul dengan dalang Ki Kenci Wisnu Aji, di halaman bekas SD Gaten.
Acara ini dihadiri anggota DPRD Bantul terpilih periode 2024-2029, Ani Widayani MIP, jajaran Pemerintah Kapanewon Kretek, Pemerintah Kalurahan Tirtomulyo dan ratusan warga. Mereka tampak mengenakan busana tradisional Jawa dan semua rangkaian acara mengggunakan bahasa Jawa.
Dukuh Gaten, Chinda Pandu Permana M Pd, Senin (8/7/2027), mengatakan merti dusun memiliki tiga tujuan. Pertama, memetri budaya Jawi yakni melestarikan budaya Jawa.
Adat istiadat
“Dalam budaya Jawa ada busana, bahasa maupun adat istiadat. Beberapa aspek tadi dituangkan dalam acara malam 1 Sura. Ada yang memakai busana Jawa dan menggunakan bahasa Jawa. Serta membawa ingkung, sarang, uba rampe lainnya,” terang Chinda.
Kedua, manekung mring Pengeran artinya bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa dan senantiasa berdoa. Dalam acara ini ada tahlil dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur.
“Kita juga bersyukur pada tahun 2021 kita ada ternak itik dan hasilnya bisa untuk kepentingan umum dan untuk kas. Dari jumlahnya nol kini asetnya mencapai Rp 100 juta. Kita juga ada doa bersama untuk tahun 2025 dan seterusnya. Kami berharap tahun 2025 bisa membagun balai pertemuan warga,” katanya.
Ketiga, tumuju lumintuning kamulyan yakni harapan kebahagiaan dan kemakmuran mengalir ke padukuhan.
Gaten bersholawat
Rangkaian acara merti dusun ditutup dengan Gaten Bersholawat bersama Habib Umar Zaky bin Abubakar Assegaf, Ustad Taufiq, Gus Musta’in serta dimeriahkan Hadroh Azzaky yang terbuka untuk umum, Senin (15/7/2024) pukul 19:30 di halaman bekas SD Gaten.
Ani Widayani memberikan apresiasi kepada pedukuhan Gaten yang telah melaksanakan merti dusun sebagai sarana merekatkan kerukunan warga yang merupakan salah satu modal membangun wilayah.
“Kegiatan ini juga memberikan manfaat nguri-uri budaya Jawa yang adiluhung yang harus dilestarikan sebagai salah satu upaya membentengi kegiatan negatif dari luar yang belum tentu sesuai dengan jati diri bangsa. Serta wujud dari rasa syukur warga kepada Sang Maha Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan keselamatan, kesehatan, rezeki yang banyak dan berkah,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.
Kegiatan itu juga untuk memupuk jiwa gotong royong sebagai modal sosial yang harus dilestarikan. (*)