Tenda Roboh Saat Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung di Desa Sedayu
Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Desa Sedayu, Kecamatan Tulung, Klaten, diwarnai robohnya dua tenda tamu undangan akibat angin kencang. Tidak ada korban, sementara program TMMD tetap dimulai dengan sasaran pembangunan infrastruktur dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
KORANBERNAS.ID, KLATEN – Upacara pembukaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Desa Sedayu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, diwarnai insiden robohnya dua tenda tamu undangan akibat diterjang angin kencang, Rabu (15/7/2026) pagi.
Meski sempat memicu kepanikan, tidak ada tamu undangan yang menjadi korban. Upacara pun tetap berlangsung hingga selesai.
"Alhamdulillah, semuanya aman. Tidak ada yang tertimpa. Tadi ada angin," kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Klaten Jaka Purwanto usai memimpin upacara.
Insiden tersebut terjadi dalam upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Lapangan Desa Sedayu sekitar pukul 08.58 WIB, tepat ketika Jaka Purwanto membacakan sambutan tertulis Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Berdasarkan pantauan di lokasi, dua tenda tamu undangan yang berada di sisi timur lapangan, dekat Kantor Desa Sedayu, tiba-tiba roboh ke arah belakang akibat hembusan angin. Para tamu yang berada di bawah tenda langsung berlari menyelamatkan diri sehingga tidak ada yang tertimpa.
Kepala Desa Sedayu Sri Kuatno mengatakan panitia sebenarnya telah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan dengan maksimal. Namun, cuaca menjadi faktor yang tidak dapat diprediksi.
"Ya, tadi ada sedikit insiden, tenda tamu undangan roboh karena angin. Padahal kami sudah mempersiapkan semuanya dengan baik, tetapi ini karena faktor alam. Kita tidak bisa melawan alam. Dengan adanya tenda roboh ini menjadi cerita indah buat kami," ujarnya.
Di balik insiden tersebut, pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 tetap menandai dimulainya program pembangunan di Desa Sedayu. Perwira pelaksana kegiatan, Kapten Kav Pujiono, menjelaskan sasaran fisik meliputi betonisasi jalan sepanjang 770 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter, pembangunan talud sepanjang 300 meter dengan tinggi 1,3 meter, rehabilitasi tiga rumah tidak layak huni, serta pembangunan lima unit jamban.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan administrasi kependudukan, pencatatan sipil, dan wawasan kebangsaan. Program ini berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Upacara pembukaan dihadiri unsur Forkopimda Klaten, Kasdim 0723/Klaten, pimpinan organisasi perangkat daerah, camat di wilayah Daerah Pemilihan Klaten III, anggota DPRD Klaten Joko Siswanto, para kepala desa se-Kecamatan Tulung, TP PKK, Badan Permusyawaratan Desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. (*)
Masal Gurusinga
