Senin, 24 Jan 2022,


sutanto-mampu-membuat-lima-gurit-sehari-bukunya-peroleh-apresiasi-dinas-kebudayaan-diyGuru MTsN 3 Bantul Drs Sutanto (kiri) menyerahkan buku "Gurit 53" kepada Dinas Kebudayaan DIY. (istimewa)


Sariyati Wijaya
Sutanto Mampu Membuat Lima Gurit Sehari, Bukunya Peroleh Apresiasi Dinas Kebudayaan DIY

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Buku  berjudul  Gurit 53 karya Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto, memperoleh apresiasi dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


“Kami menyambut baik  apa yang telah ditulis Pak Sutanto. Prinsipnya kami menyambut baik setiap individu atau masyarakat yang ikut mendukung tugas kami memelihara dan mengembangkan kebudayaan,” kata Cahyo Widayat, Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY,  saat menerima sedekah buku dari Sutanto di ruang kerjanya, Selasa (2/11/2021).


Menurut Cahyo, buku yang memiliki makna terkait dengan usia penulisnya tersebut dapat membantu masyarakat mengenali kembali karya dari leluhur yaitu geguritan. Dirinya berharap  buku Gurit 53 dapat  membantu dinas dalam proses pemeliharaan, pengembangan bahasa dan sastra khususnya geguritan.

“Salah satu obyek kebudayaan adalah bahasa dan sastra. Di  tempat kami ada salah satu bidang yang menangani pemeliharaan dan pengembangan sejarah, bahasa, sastra dan permuseuman. Mudah-mudahan geguritan bisa semakin berkembang dan  nanti juga banyak yang akan menghargai karya Pak Sutanto. Kami mengharap munculnya Sutanto-Sutanto lain yang akan memelihara dan mengembangkan geguritan,” ungkap Cahyo.


Sutanto yang beralamat di Celep RT 07 Kalurahan Srigading Sanden Bantul merasa terpanggil nguri-uri budaya Jawa. Salah satu bentuk upayanya dengan menulis geguritan di media cetak maupun sosial media.

Buku Gurit 53 yang terbit sejak Agustus 2021 melalui Komunitas Yuk Menulis pimpinan Vitriya Mardiyati. Pembuatan karya terbilang cepat, Sutanto punya cara tersendiri yakni menuliskan di WhatsApp kemudian di-upload di facebook untuk menyimpan. Secara berkala dari facebook diunduh lagi ke file di laptop dan disusun menjadi naskah yang siap kirim ke penerbit.

Rata-rata Sutanto mampu membuat lima gurit setiap hari, sehingga tak sampai sebulan selesai. “Saat ini karya gurit saya yang berjudul Rinonce Sekar Melati berisi 100 geguritan sudah proses cetak di penerbit,” tambah Sutanto.

Guru seni budaya ini pernah menang Lomba Menulis Macapat 2019 yang digelar Balai Bahasa Yogyakarta serta lolos Menulis Dongeng yang digelar Dinas Kebudayaan DIY 2021. (*)


TAGS: geguritan  Jawa 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini