PPDI Purworejo Gelar Sekolah Pamong Sesi Tiga, Berharap Profesional

Merupakan salah satu agenda PPDI Purworejo periode 2022-2027.

PPDI Purworejo Gelar Sekolah Pamong Sesi Tiga, Berharap Profesional
Ketua PPDI Kabupaten Purworejo, Erwan Widi Ashari, memberikan kuliah umum di Sekolah Pamong. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Purworejo Jawa Tengah kembali menggelar Sekolah Pamong sesi tiga di STIE Rajawali Purworejo. Sekolah untuk para perangkat desa itu diharapkan dapat memberikan bekal bagi perangkat desa yang baru agar profesional, dekat dengan masyarakat berintelektual, loyal dan taat hukum.

Program tersebut dirancang untuk membekali perangkat desa baru dengan pemahaman mengenai tata kelola, tugas pokok, fungsi dan etika birokrasi pemerintahan desa. Sesi tiga Angkatan 2026 kali ini diikuti oleh 271 perangkat desa dari berbagai desa di seluruh penjuru Kabupaten Purworejo.

Ketua PPDI Purworejo, Erwan Widi Ashari, menjelaskan Sekolah Pamong ini merupakan salah satu agenda PPDI Purworejo periode 2022-2027. Tujuannya agar para anggota PPDI Kabupaten Purworejo satu persepsi, tahu posisi sebagai perangkat desa dan sebagai dan anggota PPDI.

"Saat pembukaan Sekolah Pamong, Direktur LBH Sakti, Dewa Antara, memberikan materi agar perangkat desa dalam bekerja profesional dan berintegritas," kata Erwan, di sela acara, Sabtu (6/6/2026).

Direktur LBH Sakti, Dewa Antara, memberikan materi di Sekolah Pamong. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

Dia menambahkan perlunya perangkat desa berintegritas secara hukum agar mampu menghindari potensi pelanggaran atau masalah hukum akibat kurangnya pengalaman lapangan, sekaligus membangun integritas dan loyalitas mereka. Adapun mentor adalah para senior pamong desa yang membeberkan pengalamannya selama bekerja sebagai pamong.

"Sekolah Pamong adalah dari kita untuk kita, jadi pemateri adalah pamong senior disampaikan kepada pamong baru. Dan, saya sendiri menyampaikan kuliah umum," tambah Erwan yang juga Sekdes Loano Kecamatan Loano itu.

Terkait lokasi sekolah pamong digelar di kampus, menurut dia, kebetulan salah seorang pamong ada yang mengajar di STIE tersebut. Pihak kampus memberikan fasilitas. Bahkan beberapa pamong mendapat beasiswa untuk mengembangkan keilmuan di STIE Rajawali.

"Saya berharap Sekolah Pamong bisa memberikan pemahaman awal, pamong lebih siap guna, dan pamong bisa memahami profesi," tandasnya. (*)