Rabu, 02 Des 2020,


pemungutan-suara-pilkada-di-masa-pandemi-covid19-disimulasikanSimulasi pemungutan suara pilkada di masa pandemi Covid-19, di Kantor Balai Kalurahan Piyaman, Wonosari Gunungkidul, Sabtu (21/11/2020). (sutaryono/koranbernas.id)


Sutaryono

Pemungutan Suara Pilkada di Masa Pandemi Covid-19 Disimulasikan


SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul melakukan simulasi pemungutan suara Pilkada di masa pandemi Covid-19. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Balai Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, Sabtu (21/11/2020).

Simulasi dibuat semirip mungkin dengan kondisi nyata saat pemungutan suara Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Warga setempat yang akan menggunakan hak suaranya atau melakukan pemungutan suara, wajib cuci tangan dengan sabun pada air mengalir dan diukur suhunya.


Baca Lainnya :

    Setelah menyerahkan surat undangan dan di daftar, oleh petugas TPS diberikan sarung tangan plastik, dan antri dengan menjaga jarak. Usai melakukan pencoblosan, diberikan tinta dengan diteteskan pada kuku jari. Bahkan saat akan pulang, juga harus mencuci tangan.

    Komisioner KPU Gunungkidul, Andang Nugroho, mengatakan kedatangan masyarakat ke TPS akan diatur waktunya oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Dengan begitu, tidak ada kerumunan di lokasi.


    Baca Lainnya :

      "Diharapkan TPS di lokasi terbuka. Kita ada dana sewa tenda setiap TPS. Tapi, bisa juga menggunakan balai dusun atau desa (kalurahan). Itu kan terbuka," kata Andang.

      Sedang untuk pemilih yang suhunya badannya di atas 37,3 derajat Celsius disediakan bilik khusus. Bahkan ada petugas yang dilengkapi pakaian pelindung diri yang siap mengevakuasi. Setiap beberapa jam akan dilakukan penyemprotan desinfektan di bilik dan sekitar TPS.

      Sementara untuk pemjungutan suara di rumah sakit dan rumah tahanan, menurut Andang Nugroho, sudah disiapkan petugas khusus.

      Dalam simulasi ini juga sempat diperagakan seorang warga jatuh pingsan, dan petugas ber-APD lengkap langsung mengevakuasi dan menyeterilkan lokasi TPS. Warga yang pingsan langsung dievakuasi ke pusat kesehatan terdekat. Disimulasikan juga adanya warga yang difabel, termasuk yang menggunakan kursi roda.

      Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, menambahkan dalam Pilkada 2020 mendatang pihaknya menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk datang ke TPS, menyalurkan hak suaranya memilih bupati dan wakil bupati.

      Pihaknya sudah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Gunungkidul sebanyak 599.850 jiwa. Jumlah ini terdiri dari pemilih perempuan sebanyak 307.757 jiwa dan sisanya sebanyak 292.093 pemilih laki-laki. Dengan target partisipasi sebanyak 72 persen.

      "Jangan takut datang ke TPS. Insya Allah aman," ucap Hani.

      Sementara Asisten Sekda Bidang Kesra, Sigit Purwanto, yang membacakan sambutan Bupati Gunungkidul, Badingah, mengatakan dengan simulasi yang digelar hari ini diharapkan bisa memperlancar pelaksanaan Pilkada tahun 2020 tanggal 9 Desember mendatang. Pihaknya juga mengapresiasi terobosan KPU Gunungkidul yang menggunakan aplikasi Sirekap dalam Pilkada kali ini. Harapannya, Pilkada bisa transparan dan akuntabel. (*)



      SHARE
      '

      BERITA TERKAIT

      Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

      Tulis Komentar disini