Nenek-nenek di Desa Ini Tetap Setia Tekuni Kerajinan Parut

Nenek-nenek di Desa Ini Tetap Setia Tekuni Kerajinan Parut

KORANBERNAS.ID – Peralatan dapur berupa parut tradional masih menjadi pilihan ibu-ibu memarut kelapa untuk memproses pembuatan santan.

Selain harganya terjangkau, pemakaian parutan tradisional juga menjamin kesegaran serta kemurnian santan kelapa. Ini karena parutan kelapa tidak perlu diawetkan menggunakan bahan kimia, seperti halnya santan instan.

Tidak salah apabila warga Desa Sendangsari Kecamatan Minggir Sleman, terutama kalangan nenek-nenek atau lansia, memilih tetap setia menekuni profesinya sebagai perajin parut.

Upaya warga pun memperoleh apresiasi dari pemerintah. Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengukuhkan Desa Sendangsari Kecamatan Minggir itu sebagai Sentra Industri Parut, Kamis (19/9/2019).

Pengukuhan ditandani penyerahan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 55/Kep.KDH/A/2019 tentang Sentra Industri Kecil di Kabupaten Sleman tahap V kepada Ketua Perajin Parut Sedangsari.

Sri Muslimatun mengajak warga di kabupaten ini untuk menggunakan produk buatan lokal.

Agar memiliki daya saing di pasaran, dia menyarankan para perajin membuat variasi produk parut sesuai kebutuhan dan olahan.

“Parutnya dibuat bervariasi. Misalnya ada parutan khusus serundeng dan khusus urap. Atau parutnya bisa menjadi telenan,” katanya.

Dia juga berpesan agar para perajin memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

“Pelaku UMKM dapat mempromosikan dan menjual produknya secara online untuk menjaring lebih banyak pelanggan, misal memanfaatkan marketplace online ,” tuturnya.

Pendampingan

Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani,  mengatakan pengukuhan tersebut merupakan salah satu upaya mengoptimalkan potensi industri parut di Sendangsari.

Para perajin diberikan pendampingan dan pelatihan serta dipermudah akses permodalan dan pemasaran hasil produksi mereka.

Dalam lima tahun ke depan,  pengukuhan sentra industri kecil diarahkan untuk menguatkan manajemen kelompok, meningkatkan proses pengolahan dan penjaminan mutu olahan pangan.

Selain itu juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi olahan pangan, meningkatkan promosi dan pengembangan standardisasi, sertifikasi serta akses permodalan.

Endah menargetkan hingga tahun 2020 akan mengukuhkan 50 sentra industri. Sejak dirintis 2016, sudah dikukuhkan sebanyak 25 sentra industri berbagai produk.

Ketua Sentra Industri Parut, Sariyanto, mengungkapkan kerajinan parut sudah ada di Desa Sendangsari sejak zaman nenek moyang. Sekarang terdapat 36 perajin.

Sentra kerajinan parut dapat ditemui di wilayah Dusun Dalangan, Sendangsari, Minggir, Sleman.

Parut adalah alat kukur kelapa atau kambil terbuat dari kayu dipotong persegi dan diasah halus. Mata kukur dibuat dari kawat halus yang dipotong dan ditanam di papan parut. (sol)