naluri-adat-merti-petilasan-sunan-kalijaga-semuanya-ditangani-lakilakiWarga antusias mengikuti merti Petilasan Sunan Kalijaga dan Sunan Geseng di Desa Kedunglo Purworejo. (istimewa)


W Asmani

Naluri Adat, Merti Petilasan Sunan Kalijaga Semuanya Ditangani Laki-laki


SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Keberadaan petilasan Sunan Kalijaga dan Sunan Geseng di Desa Kedonglo Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo hingga kini masih lestari. Warga setempat rutin mengadakan acara Merti Petilasan. 

Kegiatan itu bisa dijadikan peluang menjadi obyek wisata religi guna menarik minat pengunjung datang berziarah. Event tersebut bisa menjadi bagian dari upaya pelestarian sekaligus mengingatkan perjuangan sosok ulama karismatik saat berdakwah menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa.


Baca Lainnya :

Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH tatkala menghadiri Merti Petilasan Sunan Kalijaga dan Sunan Geseng di Desa Kedunglo Kecamatan Kemiri, Jumat (11/9/2020) sore, menyatakan catatan sejarah itu hendaknya terus dijaga dan dilestarikan.

“Bahkan saya teringat almarhum Pak Kelik (suami Yuli Hastuti-red) yang sangat peduli dengan kegiatan-kegiatan seperti nyadran di desa-desa. Saya berharap kegiatan ini dikemas menarik menjadi wisata religi, ending-nya untuk kesejahteraan masyarakat Desa Kedunglo,” harapnya.


Baca Lainnya :

Turut mendampingi Kepala Dinpermasdes Agus Ari Setyadi S Sos, Kepala Dinas PPKP Wasit Diono S Sos, Camat Kemiri Nur Huda S STP MIP beserta Forkopimcam, Sekcam Jumanto S Sos MAP dan Kades Kedunglo, Misrony.

Menurut Yuli, Pemerintah Kabupaten Purworejo telah memprogramkan wisata desa. Desa Kedunglo salah satu yang potensial karena memiliki potensi wisata petilasan didukung keindahan alam pedesaan yang sangat asri dan indah.

“Saya percaya jika diolah, bukan tidak mungkin Desa Kedunglo menjadi ikon wisata desa yang dicari wisatawan. Bahkan wisatawan di era sekarang lebih menyukai wisata alam. Di Desa Kedunglo ini terdapat bukit dan sungai sangat indah untuk dinikmati. Ini peluang bagus yang dapat dikembangkan Terutama promosinya agar terus digencarkan melalui berbagai media termasuk yang paling mudah diakses melalui sosial media,” kata Yuli.

Naluri adat

Kades Kedunglo, Misrony, mengatakan Merti Petilasan Sunan Kalijogo dan Sunan Geseng atau nyadran desa dilaksanakan setiap tahun. Ini sebagai tradisi dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

“Tradisinya potong ayam dan kambing di area Petilasan Sunan Kalijaga dan Sunan Geseng. Semuanya ditangani oleh laki laki karena ini naluri adat. Juga nyekar ke makam bersama-sama dilanjutkan doa dan tahlil,” jelasnya.

Adapun acara puncak berupa kenduri yang dibagikan merata ke semua warga masyarakat. Ada ayam ingkung, nasi dan kelengkapannya, semuanya ditangani warga khususnya pria. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini