Kemarau Datang, Permintaan Dropping Air Bersih di Kebumen Masih Rendah

Program SPAM dan Pamsimas berhasil menekan kebutuhan dropping air bersih di Kebumen saat musim kemarau. Namun, BPBD menilai sebagian infrastruktur yang telah berusia belasan tahun mulai mengalami penurunan fungsi.

Kemarau Datang, Permintaan Dropping Air Bersih di Kebumen Masih Rendah
Bantuan 16 ribu liter air bersih disalurkan kepada warga Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, dalam rangka Hari Bhayangkara 2026. Program SPAM dan Pamsimas dinilai turut mengurangi kebutuhan dropping air bersih di sejumlah wilayah saat musim kemarau. (Istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN — Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dinilai mampu mengurangi kebutuhan dropping air bersih di sejumlah wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Kebumen saat musim kemarau. Meski demikian, keberlanjutan program tersebut mulai terkendala karena sebagian infrastruktur yang dibangun sejak belasan tahun lalu telah mengalami penurunan fungsi akibat usia pakai.

"Ada program SPAM tahun 2008, tentu fungsi infrastrukturnya sudah tidak optimal," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Bagus Priyanto kepada koranbernas.id, Jumat (24/7/2026).

Bagus menjelaskan, berdasarkan hasil assessment BPBD Kebumen, beberapa desa di Kecamatan Karanggayam, Padureso, dan Sruweng mulai melaporkan berkurangnya sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Sebagian desa tersebut merupakan penerima program SPAM maupun Pamsimas.

Menurutnya, infrastruktur penyediaan air bersih yang dikelola masyarakat di sejumlah lokasi sudah mengalami kerusakan sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air bersih secara optimal.

Hingga pekan ketiga Juli 2026, BPBD Kebumen mencatat permohonan dropping air bersih dari pemerintah desa masih relatif sedikit, yakni kurang dari 10 desa.

"Pekan depan ada rapat koordinasi dengan pihak terkait," ujar Bagus.

Setelah rapat koordinasi tersebut, BPBD akan mulai melaksanakan dropping air bersih ke desa-desa yang benar-benar membutuhkan.

Sementara itu, Camat Karangsambung Hj Siti Nuriyatun Fauziah mengatakan, hingga kini baru Desa Langse yang melaporkan kebutuhan bantuan air bersih bagi sebagian warganya. Desa tersebut telah memiliki program Pamsimas dengan sumber air dari Sungai Luk Ulo.

Di Desa Pencil yang berada di wilayah dataran tinggi, pemerintah desa memilih mengalokasikan Dana Desa untuk pembangunan sumur bor sebagai solusi penyediaan air bersih.

"Air bawah tanah dari sumur bor tidak perlu menggunakan pompa," kata Siti.

Menurutnya, pembangunan sumur bor tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau. (*)