ISP Purworejo Bangkit, Resmi Launching Tim Sepakbola

ISP mengantongi 21 pemain, termasuk 8 pemain asli Purworejo, hasil seleksi terbuka tanpa titipan.

ISP Purworejo Bangkit, Resmi Launching Tim Sepakbola
CEO ISP Muhammad Rafli Ferdiansyah menyerahkan Jersey baru kepada Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setyabudi. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Vakum selama tiga tahun, kini Ikatan Sepakbola Purworejo (ISP) Purworejo bangkit ditandai secara resmi me-launching Tim Sepakbola dan jersey terbaru untuk menghadapi kompetisi Liga 4 Jawa Tengah musim 20250-2026.

Launching berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, Jumat (12/12/2025) malam. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setyabudi, Ketua Askab PSSI Purworejo Agus Ari Setyadi, Ketua KONI Purworejo Muhammad Abdullah, Plt Kepala Dinporapar Bangun Erlangga, para pejabat terkait, pengurus ISP, pemain, serta ratusan suporter sepak bola Purworejo.

Launching ditandai penyerahan jersey oleh CEO ISP Purworejo Muhammad Rafli Firmansyah kepada wakil bupati dilanjutkan pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya perjalanan baru ISP di Liga 4 Jateng. Suasana makin semarak dengan tari Dolalak dan fashion show jersey terbaru.

Muhammad Rafli Firmansyah menyampaikan perjalanan ISP musim ini penuh dinamika, mengingat klub baru resmi mendaftar dan menjadi tim terakhir yang masuk ke Liga 4 Jawa Tengah. Langkah ISP mengikuti Liga 4 Jawa Tengah dimulai hanya dua hari sebelum penutupan pendaftaran.

Jadwal latihan

“Dengan persiapan yang sangat singkat dan waktu tinggal 12 hari menuju pertandingan pertama, kami mengoptimalkan segala hal, mulai dari pembentukan tim, seleksi pemain, hingga penyusunan jadwal latihan,” ungkapnya.

ISP merilis tiga jersey utama yakni merah, kuning, dan ungu. Sementara jersey kiper akan diperkenalkan dalam kesempatan berikutnya. Rafli menyebutkan musim ini ISP membawa semangat perubahan dengan status sebagai klub berbadan hukum.

“Kami ingin lebih profesional. Target kami realistis lolos 16 besar di musim pertama. Yang penting ISP tidak menjadi pelengkap Liga 4,” tegasnya.

Saat ini ISP telah mengantongi 21 pemain, termasuk 8 pemain asli Purworejo, hasil seleksi terbuka tanpa titipan. ISP tergabung di Grup 7 bersama Persibat Batang dan Wijayakusuma Cilacap. Pertandingan perdana dijadwalkan 23 Desember 2025 melawan Wijayakusuma di Cilacap.

Menjaga keamanan

Rafli menilai ISP di Liga 4 tidak lepas dari dorongan suporter seperti Rudolf Boys, Tempur Mania, Baledono Boys dan komunitas lainnya. “Suporter adalah energi terbesar kami. Berkat suara mereka kepada para stakeholder, ISP bisa kembali bangkit setelah vakum tiga tahun,” katanya.

Dia mengimbau suporter menjaga keamanan dan ketertiban pada setiap pertandingan. “Kita jaga Purworejo tetap adhem, ayem dan guyub rukun. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan karena ulah oknum,” pesannya.

Rafli mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Purworejo yang merespons cepat ISP dengan memberikan dukungan melalui hibah KONI senilai Rp 300 juta. “Ini hibah terbesar dalam sejarah. Tentu kami sangat berterima kasih. Meski secara kebutuhan sepak bola jumlah itu belum besar, support ini sangat berarti,” jelasnya.

Kebutuhan dua putaran di babak grup saja, kata Rafli, mencapai sekitar Rp 280 juta. ISP tetap optimis karena telah mendapat dukungan sponsor, baik berupa fresh money maupun material.

Warna politik

Usai Liga 4, ISP berencana menyiapkan tim untuk mengikuti Piala Soeratin sebagai bagian dari pembinaan usia dini. “Setelah Liga 4, kami mulai mempersiapkan kelompok umur U-17 dan di bawahnya. ISP ingin hadir lengkap dari senior hingga usia pembinaan,” ujar Rafli.

Wabup Dion memberikan pesan tentang pentingnya sepak bola sebagai pemersatu di tengah perbedaan. “Tolong, singkirkan dulu warna politiknya, singkirkan dulu kepentingannya. Ora seneng karo wonge ora apa-apa, sing penting seneng karo ISP-ne,” kata Dion.

Keberanian ISP mendaftar pada menit-menit akhir justru menunjukkan tekad kuat membangkitkan prestasi sepak bola Purworejo. “Sering kita ramai dengan euforia, tapi miskin substansi. Hari ini kita komitmen bersama memajukan sepak bola Purworejo. Birokrat, politisi, pengusaha, TNI, Polri, supporter, semua harus bersatu,” lanjutnya.

Dion mengingatkan tantangan berat menunggu terlebih jika kelak ISP menembus Liga 2, yang sudah masuk kategori profesional dan tidak boleh memakai APBD. “Nek ngimpine Liga 2, dipikirke sesuk. Saiki fokus dulu tampil maksimal di Liga 4, lalu naik kasta ke Liga 3. Step by step,” ucapnya.

Dion mengajak seluruh warga Purworejo mendukung penuh perjuangan ISP. “Kita ajak keluarga, kerabat, tetangga untuk datang ke stadion. Dukung tim kebanggaan kita, ISP Purworejo,” katanya. (*)