Hadapi Musim Kering Terpanjang 2026, Damkar Purworejo Perkuat Kesiapsiagaan dan Tingkatkan Kemampuan Personel

Musim kering terpanjang 2026, Damkar Purworejo tingkatkan kesiapsiagaan dengan pelatihan khusus kebakaran lahan, penguatan personel, dan siaga di tiga pos pemadam kebakaran

Hadapi Musim Kering Terpanjang 2026, Damkar Purworejo Perkuat Kesiapsiagaan dan Tingkatkan Kemampuan Personel
Simulasi pemadaman kebakaran oleh Damkar Purworejo. (wahyu asmani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO--Pemerintah Kabupaten Purworejo meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran pada musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya. Untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut, kemampuan personel pemadam kebakaran terus ditingkatkan, termasuk melalui latihan khusus penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Komitmen tersebut ditunjukkan dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Satpol PP ke-76, Satlinmas ke-64, dan Damkar ke-107 yang digelar di halaman Kantor Bupati Purworejo, Rabu (10/6/2026).

Mengusung tema "Mengabdi untuk Keselamatan Negeri", kegiatan tersebut diwarnai simulasi pemadaman kebakaran oleh tim Damkar Purworejo serta pemusnahan ribuan botol minuman keras dan minuman beralkohol hasil operasi penertiban selama enam bulan terakhir.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo, Siswantoro Dwi Nugroho, mengatakan simulasi pemadaman kebakaran menjadi bukti kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Sebelumnya teman-teman Damkar telah menjalani latihan intensif dan hasilnya dipraktikkan dalam rangkaian upacara peringatan hari jadi ini. Simulasi berjalan baik dan menunjukkan bahwa Damkar Purworejo siap menghadapi berbagai kejadian kebakaran maupun bencana lainnya,” ujarnya.

Tantangan Musim Kering Terpanjang

Menurut Siswantoro, tantangan terbesar yang dihadapi tahun ini adalah prediksi musim kering terpanjang sepanjang 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah utara dan timur Kabupaten Purworejo yang selama ini masuk kategori rawan.

Karena itu, pihaknya memberikan pelatihan khusus kepada personel Damkar terkait teknik pemadaman ground fire atau kebakaran permukaan yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.

“Kami meningkatkan kewaspadaan sekaligus keterampilan petugas agar siap menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau,” katanya.

Untuk memastikan respons cepat saat terjadi keadaan darurat, tiga pos siaga Damkar yang berada di Pos Induk Purworejo, Pos Kutoarjo, dan Pos Purwodadi terus disiagakan. Seluruh personel, baik yang bertugas aktif maupun cadangan, dapat digerakkan secara bersamaan untuk mendukung operasi pemadaman maupun penyelamatan.

“Tiga pos siaga Damkar memiliki personel on duty dan off duty yang sewaktu-waktu dapat digerakkan bersama untuk membantu pemadaman serta penyelamatan di berbagai wilayah,” jelas Siswantoro.

Selain simulasi kebakaran, peringatan HUT juga diisi dengan pemusnahan 2.472 botol minuman keras dan minuman beralkohol hasil operasi penegakan peraturan daerah sejak Januari hingga Juni 2026.

Pemusnahan dilakukan menggunakan alat berat. Bupati Purworejo Yuli Hastuti mendapat kesempatan pertama memecahkan botol miras sebelum dilanjutkan oleh jajaran Forkopimda.

“Seluruh barang bukti tersebut merupakan hasil operasi yang dilakukan berdasarkan laporan dan keluhan masyarakat,” ungkap Siswantoro.

Pada kesempatan yang sama, Satlinmas Purworejo juga mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Kabupaten Purworejo baru saja meraih penghargaan pada peringatan HUT Satpol PP tingkat Provinsi Jawa Tengah di Solo.

Selain itu, tiga anggota Linmas yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Bupati Purworejo.

Siswantoro berharap pemerintah desa dapat memberikan dukungan lebih besar kepada anggota Linmas, baik berupa fasilitas, perlengkapan maupun seragam, agar mereka semakin optimal dalam menjalankan tugas di masyarakat.

“Peran Linmas jangan hanya identik dengan kegiatan hajatan atau pengajian. Ruang tugas mereka sebenarnya sangat luas, sehingga perlu dukungan fasilitas dan peralatan yang memadai,” katanya.

Ke depan, Satpol PP Kabupaten Purworejo memastikan penegakan peraturan daerah akan terus berjalan dengan mengedepankan laporan masyarakat sebagai prioritas penanganan. Di sisi lain, pembaruan peralatan Damkar juga akan terus dilakukan guna mendukung kesiapan personel dalam menghadapi berbagai situasi darurat. (*)