Grup Hiphop Jahanam Rilis Single Asuog, Banyak yang Disensor

Liriknya yang penuh kritik dan umpatan ini sudah banyak disesuaikan. Sebelumnya lebih kasar lagi.

Grup Hiphop Jahanam Rilis Single Asuog, Banyak yang Disensor
Duo Jahanam, Marmo Wiyoso dan Balance Perdana saat peluncuran video musik Asuog. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Grup hip-hop legendaris Jahanam kembali menggebrak industri musik Indonesia dengan merilis single terbaru berjudul Asuog. Kolaborasi antara Marmo Wiyoso dan Balance Perdana ini diluncurkan beserta video musiknya, Minggu (14/7/2024), di 23 Tattoo and Bar, Gejayan Yogyakarta.

Asuog yang mencerminkan kegelisahan personel Jahanam sebagai kritik tajam terhadap kehidupan sosial pada era digital. "Lagu ini mengangkat isu-isu kontemporer seperti penyebaran hoax dan obsesi terhadap ketenaran instan melalui sosial media," kata Balance Perdana di sela screening video musik Asuog.

Balance yang lahir dan besar di nJeron Beteng Yogyakarta menjelaskan bagaimana latar belakang budayanya memengaruhi musikalitas grup.

"Dalam musik Jahanam, selalu ada instrumen atau choir tradisional yang saya sisipkan, dengan nuansa-nuansa yang membawa kembali ke lingkungan masa kecil saya," ujarnya.

Video musik Asuog juga menampilkan elemen-elemen tradisional seperti suara srompet, alat musik tiup yang biasa terdengar pada seni jathilan, serta paduan suara yang terinspirasi dari lagu-lagu tradisi.

Bawah sadar

Balance meyakini elemen-elemen musik tradisional dapat mengaktifkan alam bawah sadar pendengar.

Marmo Wiyoso menambahkan Asuog telah lama disimpan, liriknya yang penuh kritik dan umpatan ini pun sudah banyak disesuaikan. "Sebelumnya lebih kasar lagi," ujarnya.

Meskipun demikian, ketajaman lirik Asuog tetap masih terasa. Esensi dari lagu pun tidak banyak berubah, sehingga kemunculan single Asuog milik Jahanam ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Christoporus Andi selaku sutradara video musik Asuog mengungkapkan pendekatan unik dalam visualisasi lagu itu. "Menurutku, ini bukan waktunya untuk mendapatkan visual yang biasa-biasa saja. Kami memutuskan bahwa lagu ini harus diberi visual yang kaya dengan semiotika dan simbolisasi," ujarnya.

Menurut Andi, berbagai simbol digunakan di dalam video. Ada dua sisi yang divisualkan yaitu baik dan buruk. Dia mencoba menyimbolkan kebaikan dengan seorang wanita penari berpakaian putih bersih, sementara keburukan disimbolkan oleh seorang pria penari berpakaian serba hitam.

Simbolisasi uang

Selain itu, simbolisasi uang digambarkan melalui bunga. "Apa pun yang dia punya, berapa banyak uang yang dia miliki, dia tetap bisa memberi manfaat kepada siapa saja. Namun, jika dasar hatinya baik dan bersih, dia tetap tidak bisa dibeli," tambah Andi.

Dengan Asuog, Jahanam tidak hanya mengajak pendengar untuk merefleksikan realitas sosial, tetapi juga menghubungkan mereka kembali dengan akar budaya dan alam.

Melalui visual yang penuh makna dan simbolisasi yang mendalam, video musik ini diharapkan dapat menginspirasi dan mengingatkan pentingnya menjaga integritas di tengah glamornya dunia musik hip-hop.

Single Asuog tersedia di berbagai platform musik digital dan video musiknya dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Jahanam. (*)