TNI-stipram

Setengah Abad Membaca Abjad

Kamis, 08 Nov 2018 | 21:55:47 WIB, Dilihat 111 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Setengah Abad Membaca Abjad Novi Indrastuti. (istimewa)

Baca Juga : Konflik Bisnis pun Berakhir Damai setelah Ngopi Bareng


KORANBERNAS.ID -- Menandai usianya ke-50, Novi Indrastuti, yang sehari-hari sebagai pengajar Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), membacakan puisi-puisi karyanya yang tergabung dalam tiga buku antologi.

Antologi Bingkai Kehidupan, Di Balik Lensa Kata dan Kepundan Kasih tersebut dibacakan pada acara bertajuk Malam Sastra, Setengah Abad Membaca Abjad, Senin (12/11/2018) pukul 19:30 di Tembi Rumah Budaya Jalan. Parangtritis Km 8,5 Tembi Timbulharjo Sewon Bantul.

Selain itu, Novi juga meluncurkan buku terbarunya Pengantar Sastra Lisan, oleh Dr Pujiharto selaku Ketua Prodi Sastra Indonesia FIB UGM. “Buku Pengantar Sastra Lisan ini merupakan buka ajar untuk mahasiswa saya,” ujar Novi Indrastuti, Kamis (08/11/2018).

Sebagai pengajar sekaligus penyair, Novi, panggilan akrabnya, terbilang rajin menulis puisi. Tiga antologi puisi yang sudah diterbitkan menunjukkan dia cukup produktif menulis puisi. Selain itu, dia juga mempersiapkan puisi-puisi barunya dibukukan untuk diterbitkan tahun depan.

Mengingat setiap hari selalu bersentuhan dengan sastra, baik sebagai pengajar maupun sebagai kreator, Novi memilih pembacaan puisi sebagai ruang ekspresi sekaligus menandai bertambahnya usia.

Puisi-puisi Novi tidak hanya dibacakan oleh penyair, tetapi juga dibacakan sahabat-sahabatnya yang memiliki profesi lain namun memiliki kegemaran akan puisi.

Sebut saja dr Ita Fauzia, seorang dokter ahli sperma yang memiliki kesenangan membaca puisi dan sudah berulangkali membaca puisi di Tembi Rumah Budaya.

Para pembaca lainnya adalah guru besar UGM Prof Harno Dwi Pranowo, Prof Koentjoro, Prof Arief Budiman, Prof Budi Wignyosukarto, Prof Cahyono Agus.

Sejumlah notaris pun tak mau ketinggalan membacakan puisi karyanya di antaranya Armansyah Prasakti SH Sp N MH dan Heri Sabto Widodo SH Sp N, Ketua Ikatan Notaris Indonesia DIY. “Suami saya seorang notaris, sehingga saya memiliki relasi notaris melalui suami,” kata Novi.

Ada pula seorang pengacara senior sekaligus penyair yang di masa muda pernah menjadi wartawan. Dia adalah Kamal Firdaus.

Beberapa kali Kamal Firdaus pernah membaca puisi di Tembi Rumah Budaya dan sering menghadiri acara Sastra Bulan Purnama.

Pembaca lainnya Aminoto SH M Hum, pengajar di Fakultas Hukum UGM. Kemudian, H Mas Yanto Herliyanto selaku Ketua Kavogama UGM, Dr Wiyatmi M Hum, pengajar Universitas Negeri Yogyakarta, Agus Leyloor, pengajar Prodi Teater Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta serta dua penyair muda, Umi Kulsum dan Wahjudi Djaya.

“Puisi saya juga ditampilkan dalam bentuk lagu oleh Gaby-Tuhrotul-Bening,” tambah Novi.

Novi seperti tak bisa dipisahkan dari puisi, betapa seriusnya dia dengan puisi, sehingga  skripsi S-1 dan tesis S-2 berkaitan dengan puisi. Karena begitu suntuk dengan puisi, terasa pas jika dia mengajar mata kuliah teori puisi. (sol)



Kamis, 08 Nov 2018, 21:55:47 WIB Oleh : Sholihul Hadi 87 View
Konflik Bisnis pun Berakhir Damai setelah Ngopi Bareng
Kamis, 08 Nov 2018, 21:55:47 WIB Oleh : Masal Gurusinga 11064 View
Air Sumur Bor Ini Sangat Jernih namun Terbuang Sia-sia
Kamis, 08 Nov 2018, 21:55:47 WIB Oleh : Nila Jalasutra 51 View
Lapor ke Nomor Ini jika Terjadi Pelanggaran Tata Ruang

Tuliskan Komentar