atas

Sertifikat Tanah Jangan untuk Cari Pinjaman Beli Mobil

Kamis, 11 Apr 2019 | 19:46:41 WIB, Dilihat 266 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Sertifikat Tanah Jangan untuk Cari Pinjaman Beli Mobil Penyerahan sertifikat program PTSL 2018 secara simbolis di aula Kantor Kepala Desa Wonosari Kecamatan Trucuk. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Serunya Adu Otot di Lapangan Denggung


KORANBERNAS.ID -- Ratusan warga Desa Wonosari Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten Jawa Tengah memadati kantor kepala desa setempat, Kamis (11/4/2019).

Kehadiran warga tidak untuk berunjukrasa melainkan menerima sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018.

Penyerahan sertifikat tanah dari Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN itu dihadiri Kepala Desa Wonosari, Mulyanto, Muspika Trucuk dan sejumlah staf Kantor ATR/BPN Klaten.

"Rasanya senang sekali. Akhirnya tanah saya bisa disertifikatkan. Prosesnya cepat, mudah dan biayanya murah sekali. Ya tidak ada enam bulan sudah jadi sertifikatnya," kata Hery, usai menerima sertifikat secara simbolis.

Saat ditanya nominal biaya yang dia keluarkan untuk mengurus sertifikat tersebut, Hery menjawab Rp 700 ribu. Biaya itu jauh lebih murah bila diurus sendiri tanpa melalui program PTSL.

Senada dikemukakan Kamto, penerima sertifikat lainnya. Pensertifikatan tanah dengan PTSL lebih cepat dan murah sekali.

"Senang dan terima kasih sekali karena sudah bisa disertifikatkan. Sebelumnya status tanah saya cuma letter C," ujar warga Dukuh Majegan Desa Wonosari.

Kepala Seksi Hukum Pertanahan Kantor ATR/BPN Klaten, Samta Prayitno, mewakili Kepala Kantor ATR/BPN Klaten yang memimpin langsung penyerahan secara simbolis sertifikat itu mengimbau warga setelah menerima sertifikat tanah agar segera mengecek nama dan.luasan tanahnya.

Sebab jika terjadi kesalahan mencetak nama dan luasan agar segera dilaporkan untuk segera diperbaiki oleh BPN.

"BPN akan segera memperbaiki kesalahan jika kesalahannya oleh pihak BPN. Setelah menerima sertifikat agar segera dicek," pintanya.

Ia juga meminta warga menyimpan baik-baik sertifikat dan mengkopinya untuk arsip di desa. Sertifikat berfungsi juga untuk meningkatkan taraf hidup warga, untuk mencari modal usaha.

"Tetapi sertifikat jangan dijadikan jaminan untuk cari pinjaman buat beli mobil. Kalau dijaminkan buat modal usaha silakan. Tapi penuh perhitungan agar tidak jadi beban,"jelas Samta.

Di Desa Wonosari terdapat 390 bidang sertifikat yang diserahkan. Dari jumlah itu, 279 bidang untuk masyarakat dan 111 bidang untuk pemerintah desa yang seluruhnya tanah kas desa yang sebelumnya belum bersertifikat.

Kepala Desa Wonosari Mulyanto menyampaikan apresiasi kepada pihak BPN atas terbitnya sertifikat tersebut.

Kepada warga, dia mengimbau agar menyimpan baik-baik sertifikat dan tidak menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak perlu.

Kepada koranbernas.id, dia menjelaskan dengan terbitnya sertifikat itu di wilayah Desa Wonosari tinggal sekitar dua bidang tanah berletter C saja yang belum bersertifikat.

"Sebenarnya yang dua itu pun kemarin sudah diajukan tetapi urusan sesama ahli waris belum rampung sehingga tidak bisa diikutkan PTSL," kata Mulyanto. (sol)



Kamis, 11 Apr 2019, 19:46:41 WIB Oleh : Nila Jalasutra 245 View
Serunya Adu Otot di Lapangan Denggung
Kamis, 11 Apr 2019, 19:46:41 WIB Oleh : Sholihul Hadi 402 View
Arsitek Indonesia Hadapi Tantangan Makin Berat
Rabu, 10 Apr 2019, 19:46:41 WIB Oleh : Rosihan Anwar 273 View
Luar Biasa, Bantul Lima Kali Juara Pepaperda

Tuliskan Komentar