atas1

Sejak 1952 Cari Rezeki dari Kupat Tahu

Kamis, 19 Mar 2020 | 18:00:55 WIB, Dilihat 1128 Kali
Penulis : Endri Yarsana
Redaktur

SHARE


Sejak 1952 Cari Rezeki dari Kupat Tahu Tarom meracik adonan kupat tahu yang telah ditekuninya sejak tahun 1952. (endri yarsana/koranbernas.id)

Baca Juga : Ruang Kerja Bupati Tak Luput dari Semprotan Disinfektan


KORANBERNAS.ID, TEMANGGGUNG –  Kuliner makanan khas Temanggung sangat beragam salah satunya kupat tahu. Satu dari sekian banyak orang yang menekuni usaha ini adalah Tarom (83), warga Kelurahan Jampirejo Kecamatan Temanggung.

Ditemui di tempat usahanya sekaligus rumah tinggalnya, Kamis (19/3/2020), Tarom mengatakan kupat tahu Temanggung beda dengan kupat tahu Magelang atau Solo.

Kupat tahu Temanggung cenderung kuat bumbu kacangnya sedangkan yang lain cenderung dominan rasa manis kecap hitam.

Dia mulai merintis berjualan kupat tahu sejak tahun 1952 bersama istrinya. Warungnya sederhana ditata sedemikian rupa. Tersedia aneka makanan kecil seperti kerupuk, rempeyek, gorengan sebagai teman makan kupat tahu.

Tarom yang mempunyai 3 buyut dan 18 cucu dari 6 orang anaknya yang mayoritas bekerja sebagai tenaga pendidik, tidak mau berhenti berjualan sekadar.

Setiap diminta selalu dijawab dengan kalimat logat khas Temanggung. “Ha njuk arep ngapa nek ora dodolan? (Terus bagaimana kalau tidak berjualan).”

Tarom hanya lulusan Sekolah Rakyat (SR). Dia merasa harus bertanggung mencukupi kebutuhan keluarganya. Kemampuan yang paling dia kuasai hanya membuat kupat tahu.

Berkat kesungguhan disertai doa kepada Tuhan, Tarom mampu menyekolahkan keenam anaknya bahkan sampai perguruan tinggi.

Usaha kupat tahu ini sangat berjasa bagi kehidupan keluarga Tarom, sehingga dia enggan menyudahi usahanya kuliner tersebut.

Setahu silam Tarom mengalami musibah. Rumah kediaman sekaligus warung kupat tahu itu terbakar habis mengakibatkan kerugian tidak sedikit. Lima bulan kemudian, rumah sekaligus dan warungnya berhasil dibangun kembali.

Warung kupat tahu buka setiap hari dari pagi sampai menjelang petang. Lebih dari 25 porsi setiap harinya dia sediakan buat pelanggan setianya. Meski bukan angka yang banyak tetapi dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tuhan Yang Maha Kaya tidak pernah kelewatan memberi rezeki semua makhluk-Nya. "Dadi, wong dodol saiki kuwi akeh banget saingane, ning ya ra ana sing kliwatan diparingi rezeki kabeh,” sahut Tarom.

Setiap hari Tarom membeli bahan baku kupat tahu di pasar sendiri tanpa merasa lelah. Terkadang menggunakan jasa becak membawa barang belanjaannya apabila dia merasa kewalahan jika dibawa dengan sepeda onthel.

"Dikathahi syukur, digedheke syukur, merga sing gawe urip kuwi saking gampange bolak balike kahanan,  lan ra mungkin ora ngekeki rezeki," tambah Tarom.

Dia berharap generasi muda bersemangat dan berdoa menjalani kehidupan mengingat semakin hari semakin beragam kondisi alam ini. (sol)



Kamis, 19 Mar 2020, 18:00:55 WIB Oleh : Endri Yarsana 107 View
Ruang Kerja Bupati Tak Luput dari Semprotan Disinfektan
Kamis, 19 Mar 2020, 18:00:55 WIB Oleh : Masal Gurusinga 1396 View
Hanya Tampak Tujuh Ekor Kuda, Selebihnya Sepi
Kamis, 19 Mar 2020, 18:00:55 WIB Oleh : Masal Gurusinga 287 View
Tengah Malam Warga Beraksi Pasang Poster Corona

Tuliskan Komentar