TNI-stipram

SAEXPO Dinantikan Para Pelaku Industri
Digelar di Jogja Expo Center 25-29 Oktober 2018

Kamis, 12 Jul 2018 | 16:20:50 WIB, Dilihat 264 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


SAEXPO Dinantikan Para Pelaku Industri Launching SAEXPO Stock Sales 2018, Kamis (12/07/2018) di Hotel Neo Malioboro. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : 220 Bus Berangkatkan 13.000 Peserta Mudik Gratis Sido Muncul


KORANBERNAS.ID – Event bergengsi SAEXPO Stock Sales 2018 yang dijadwalkan berlangsung lima hari di Jogja Expo Center (JEC), 25-29 Oktober mendatang, gaungnya mulai terdengar. Meski baru pertama kali diadakan, pameran yang digelar oleh JIFFINA Internasional Perkasa ini dinantikan oleh para pelaku industri.

Ini karena pameran mebel dan kerajinan tersebut selain diikuti peserta pameran dari berbagai daerah dengan desain dan produk-produk pilihan, juga ada diskon menarik.

“SAEXPO Stock Sales 2018 ditargetkan sebagai pameran terbaru dan terdepan bagi perkembangan industri hospitality (furniture, craft, interior design dan hotel supply) di Indonesia,” ungkap Dr Timbul Raharjo, Ketua SC SAEXPO yang juga Ketua Forum JIFFINA Jawa Bali itu.

Kepada wartawan dalam konferensi pers di Hotel Neo Malioboro, Kamis (12/07/2018) dia menyampaikan pameran ini penekanannya lebih pada penjualan stok mebel dan kerajinan untuk keperluan proyek kafe, restoran, bistro, coffe shop, proyek hunian, apartemen dan hotel.

“Semua produk tersebut berkualitas ekspor dengan harga kompetitif,” ujarnya didampingi Ketua Committee SAEXPO 2018, Agus Imron, serta sejumlah pengurus Asosiasi Pengusana Mebel Indonesia (Asmindo) DIY dan Himki (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) DIY.

Menurut Timbul Raharjo, SAEXPO Stock Sales 2018 diproyeksikan sebagai wadah baru untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global yang berujung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kemampuan Indonesia memproduksi furnitur dan kerajinan sudah tersohor di mata dunia, selain bahan bakunya berkualitas juga desain produknya lebih unggul,” kata dia.

Pameran  ini memiliki peran penting serta berpotensi untuk dikembangkan menjadi market leader pasar domestik untuk merangsang industri kreatif di Indonesia khususnya bidang desan yang terkait dengan furnitur, kerajinan, interior, proyek hunian, apartemen dan perhotelan di Indonesia.

Agus Imron menambahkan, SAEXPO 2018 ditargetkan diikuti 80 perusahaan skala kecil, menengah dan besar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY. “Target pengunjung 3.000 orang,” ungkapnya.

Selain itu, juga akan dihadiri para pemain properti, para pengusaha tergabung dalam asosiasi Real Estate Indonesia (REI), para desainer dan arsitek bangunan serta toko-toko besar mebel dan kerajinan dari Jakarta, Surabaya, Bali, Medan.

Panitia mematok target transaksi selama lima hari pameran sebesar Rp 25 miliar. “Kami mengajak para pelaku industri di bidang furnitur, kerajinan, interior, batik tulis, tas kulit dan elemen pendukung interior yang memiliki stok ikut bergabung dan berpartisipasi dalam ajang tahunan ini. Harga sewa stan terjangkau,” kata Agus Imron.

Adapun stok yang dimaksudkan bukanlah barang sisa ekspor melainkan barang siap ekspor yang melebihi jumlah produksi. Barang ini kemudian distok. “Produk-produk yang dipamerkan punya nilai tawar tinggi. Harganya juga tetap harga ekspor,” kata dia. (sol)



Kamis, 11 Jun 2018, 16:20:50 WIB Oleh : Surya Mega 305 View
220 Bus Berangkatkan 13.000 Peserta Mudik Gratis Sido Muncul
Tuliskan Komentar