atas

Peradaban Kotagede Luar Biasa

Rabu, 02 Jan 2019 | 10:32:30 WIB, Dilihat 410 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Peradaban Kotagede Luar Biasa Penari Edan-edanan ikut memeriahkan gelaran Festival Kebudayaan Kotagede, Jumat (14/12) pekan lalu. (w asmani/koranbernas)

Baca Juga : ACT DIY dan UII Berangkatkan Truk Kemanusiaan ke Banten


KORANBERNAS.ID – Kotagede, satu dari enam Kawasan Cagar Budaya (KCB) yang dimiliki DIY ini terbukti memiliki peradaban luar biasa. Kebesaran wilayah ini setidaknya masih bisa dilihat dari beragam peninggalan sejarah yang menunjukkan kemasyhurannya di masa lalu.

“Kala itu Kotagede memiliki peradaban yang luar biasa, dibuktikan dengan artefak-artefak yang ada. Pada masa itu di Kotagede berdiri Kerajaan Mataram Islam. Wilayah tersebut menunjukkan sejarah berdirinya Keraton Yogyakarta Hadiningrat,” ungkap Singgih Raharjo, Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY.

Saat menghadiri Festival Kebudayaan Kotagede, Jumat (14/12/2018), dia berharap semua pihak ikut peduli merawat peninggalan sejarah yang tidak ternilai harganya.

"Maka dari itu saya mengajak semua, untuk bersama-sama memelihara dan melestarikan yang kita punya di Kotagede," pesan dia.

Salah satu adegan menggambarkan Retno Dumilah bertemu Senopati Mataram. (w asmani/koranbernas)

Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, pendayagunaan Kotagede dari unsur pendidikan yang meliputi aspek sejarah, arkeologi dan arsitektur.

Kedua, pendayagunaan pariwisata. “Bagaimana caranya gaung Kotagede tidak sebatas nasional tetapi bisa meluas sampai ke tingkat dunia,” ujarnya.

Ketiga, kekayaan pariwisata yang dimiliki Kotagede bisa digunakan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. “Untuk itu mari kita membangun nilai budaya. Kita harus terus merevitalisasi dan mereaktualisasi nilai-nilai budaya Kotagede," kata Singgih.

Wakil WaliKota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, Festival Kotagede bisa dijadikan sarana untuk menyampaikan pesan ke generasi muda mengenai sejarah Kotagede.

“Festival ini penting tetapi yang lebih penting anak-anak bisa memahami pernak-pernik perjuangan kala itu. Festival ini juga mampu menarik wisatawan. Kalau agenda ini tanggalnya rutin, bisa jadi ajang pariwisata di Kotagede,” ucap Heroe.

Pengarah Badan Pengelola Cagar Budaya Kotagede Achmad Charris Zubair menuturkan Festival Budaya Kotagede kali ini mengusung tema Memacu Tradisi Mengarungi Zaman Mataram dan Raden Ayu Retno Dumilah.

"Kirab budaya tersebut mencerminkan sosok Retno Dumilah yang diboyong oleh Senopati Mataram," jelasnya. Lima kelompok bregada mengikuti prosesi boyongan.

Tari pembuka Festival Kebudayaan Kotagede. Acara tersebut memperoleh perhatian dari masyarakat dan wisatawan. (w asmani/koranbernas)
Kawasan Kotagede terdiri dari Kelurahan Prenggan, Kelurahan Rejowinangun serta Kelurahan Purbayan yang merupakan wilayah dari Kota Yogyakarta. Sedangkan Kelurahan Jagalan dan Kelurahan Singosaren masuk wilayah Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul.

Kepala Badan Pengelola Cagar Budaya Kotagede, Erwito Wibowo,  menambahkan Festival Kotagede sudah berlangsung lima kali sejak digelar pada 2013.

"Festival harus mengambarkan kisah sejarah," terangnya. Tahun lalu berkisah mengenai kehidupan Pembayun sedangkan tahun ini Retno Dumilah.

Alkisah, Senopati Mataram melakukan ekspansi ke Madiun. Retno Dumilah melawan. Melalui peperangan Retno Dumilah berhasil dilumpuhkan oleh Senopati Mataram, selanjutnya bersedia dipinang. (sol)

Artikel ini juga dimuat di Koran Bernas edisi cetak 19 Desember 2018.



Senin, 31 Des 2018, 10:32:30 WIB Oleh : Sholihul Hadi 339 View
ACT DIY dan UII Berangkatkan Truk Kemanusiaan ke Banten
Senin, 31 Des 2018, 10:32:30 WIB Oleh : Nanang WH 639 View
Mahar Pernikahan Budi dan Yuli Sepasang Sandal Jepit
Senin, 31 Des 2018, 10:32:30 WIB Oleh : Nila Jalasutra 222 View
Kontrak Pengadaan Barang Dipercepat

Tuliskan Komentar