atas

Penambang Pasir Alih Profesi Pemandu Geotubing
Para Camat Butuh Informasi Pengembangan Geopark Karangsambung

Sabtu, 06 Apr 2019 | 17:17:17 WIB, Dilihat 203 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Penambang Pasir Alih Profesi Pemandu Geotubing Wisata  geotubing menyusuri Sungai Luk Ulo di Desa  Sadang Wetan Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen. (istimewa)

Baca Juga : Salah Pilih Fatal Akibatnya


KORANBERNAS.ID – Cita-cita menuju Geopark Global UNESCO Karangsambung Karangbolong (GGUKK), ternyata konsepnya baru diketahui sebagian aparatur di kawasan Geopark Nasional Karangsambung - Karangbolong.

Saat ini mereka membutuhkan informasi konsep pengembangan geopark sehingga bisa melakukan sosialisasi secara luas ke masyarakat.

Hal itu terungkap pada rapat dengar pendapat umum (RDP) yang diselenggarakan Komisi A DPRD Kabupaten  Kebumen, Jumat (5/4/2019).

RDP yang dipimpin Sekretaris Komisi A DPRD Kebumen, Aksin, lebih banyak menjaring informasi dari 12 camat dan puluhan kepala desa di kawasan GNKK.

Camat Karanganyar Agus Susanto, Camat Buayan Isnadi serta Camat Alian Budiyono mengatakan, camat  yang berada di kawasan GNKK sudah beberapa kali diundang mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan geopark.

Misalnya sarasehan di Kampus Balai Informasi Konservasi Kebumian (BIKK) Karangsambung. Pada kegiatan itu belum disampaikan konsep pengembangan  GNKK.

Informasi konsep pengembangan GNKK sangat diperlukan agar bisa disosialisasikan kepada masyarakat.

Isnadi mengatakan, di sejumlah desa berkembang obyek wisata lokal bukan karena adanya GNKK.

Menurut dia, kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan wisata itu lebih dipengaruhi oleh potensi yang bisa dikembangkan serta untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Informasi mengenai konsep makro geopark menuju geopark global sangat diperlukan oleh aparatur yang  berada di kawasan GNKK.

“Kami di Sadang tidak hanya jalan, lari, malahan terbang setelah ada geopark,“ kata Camat Sadang Wawan Sujaka.

Sosialisasi GNKK dilanjutkan dengan pemberdayaan masyarakat, edukasi dan konservasi serta pembentukan kelompok sadar wisata.

Komunitas ini di antaranya mengelola geotubing, sebuah wisata alam menyusuri Sungai Luk Ulo.

Berkembangnya kegiatan ini diarahkan mengurangi penambangan batu dan pasir. Penambang dialihkan mata pencaharianya, berprofesi menjadi pemandu geotubing.

“Penambangan  pasir dan batu di Sadang tidak hanya untuk keperluan Kebumen. Ada yang ke Banjarnegara,” kata Wawan Sujaka.

Aparatur di daerah perlu dukungan  dinas teknis. Seperti penegakan regulasi yang mengatur konservasi lingkungan.

Dukungan itu sangat diperlukan sehingga rencana  aparatur desa di daerah mendukung pengembangan geopark lebih cepat terwujud. (sol)



Sabtu, 06 Apr 2019, 17:17:17 WIB Oleh : Arie Giyarto 345 View
Salah Pilih Fatal Akibatnya
Jumat, 05 Apr 2019, 17:17:17 WIB Oleh : Sholihul Hadi 903 View
Yang Lain Deklarasi Emak-emak Sibuk Selfi
Jumat, 05 Apr 2019, 17:17:17 WIB Oleh : Sholihul Hadi 158 View
Pelajar Jogja Himpun Rp 29 juta Bantu Korban Banjir

Tuliskan Komentar