atas1

Pedagang Pasar Ini Terpaksa Buang Hajat di Sungai

Kamis, 04 Jul 2019 | 20:08:54 WIB, Dilihat 412 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Pedagang Pasar Ini Terpaksa Buang Hajat di Sungai Mesin pompa air MCK Pasar Tegalgondo hilang, mungkin sedang diperbaiki. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Menteri pun Terkesima Nikmati Deburan Ombak Pantai Menganti


KORANBERNAS.ID -- Kondisi memprihatinkan dialami sebagian pedagang Pasar Tegalgondo Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten.

Pembangunan kios yang diharapkan bisa membuat usaha lebih maju dan berkembang namum sebaliknya yang diperoleh.

Mengapa demikian? Ini terjadi karena fasilitas di pasar tersebut tidak bisa digunakan sejak pembangunan kios selesai akhir 2018.

Salah satu fasilitas yang tidak dapat digunakan, kata para pedagang,  yakni MCK sisi timur pasar yang dibangun pihak penyedia jasa. Dengan terpaksa, pedagang buang hajat ke sungai.

"Sejak awal tidak bisa digunakan karena tidak ada air. Kalau mau pipis atau yang lainnya ya harus ke sungai. Daripada jalan kaki ke MCK pasar sana cukup jauh," kata Indah, pedagang los Pasar Tegalgondo.

Kondisi ini sudah pernah disampaikan pedagang ke pengelola pasar lewat paguyuban pedagang agar segera diperbaiki.

Kenyataannya pengelola pasar dalam hal ini Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM tetap saja tidak menindaklanjuti.

Diakui, sesaat setelah pembangunan kios dan MCK selesai memang pernah ada mesin pompa air yang berfungsi menyedot air dari sumur ke tandon di atas MCK.

Namun mesin pompa air itu pun sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Apakah hilang atau ada yang mengambil untuk diperbaiki.

Keprihatinan serupa diungkapkan Sumini, pedagang lainnya. Menurut dia, pembangunan Pasar Tegalgondo sejak awal sudah tidak karuan.

Selain MCK bermasalah, talang juga bocor. Akibatnya lantai los kebanjiran dan pedagang tidak bisa berjualan.

Di tempat terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tegalgondo, Alimin, mengaku kecewa terhadap pengelola pasar atas kondisi bangunan pasar saat ini.

Sejak dibangun pertama kali, paguyuban tidak diajak koordinasi. Begitu pula setelah selesai dibangun juga tidak ada kabar apa-apa.

"Tahunya setelah selesai dibangun justru ada masalah di mana-mana," ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pembangunan kios Pasar Tegalgondo, Hery Susilo, menjelaskan pihaknya sudah menyurati CV Analisa selaku penyedia jasa pembangunan Pasar Tegalgondo untuk memperbaiki kekurangan dan kerusakan fasilitas pasar karena masih dalam masa pemeliharaan.

Menurut dia, pihak penyedia jasa kaya dia tidak pernah merespons.

Plt Kepala Bagian Pembangunan Setda Klaten selaku pengendali program dan kegiatan di lingkungan Pemkab Klaten Pramana Agus Wijanarko menjelaskan, seharusnya PPKom dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM  bersikap tegas kepada penyedia jasa.

Sebab pasar yang mereka bangun masih dalam masa pemeliharaan.

Seperti diketahui, Pemkab Klaten dalam hal ini Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM membangun 30 unit kios Pasar Tegalgondo pada tahun 2018.

Selain membangun kios pada bagian belakang dan samping pasar juga dibangun MCK dan TPS sampah di sisi timur pasar.

Proyek senilai Rp 1,89 miliar dari APBD Klaten itu selesai akhir 2018 meski kenyataannya MCK dan talang masih bermasalah. (sol)



Kamis, 04 Jul 2019, 20:08:54 WIB Oleh : Nanang WH 651 View
Menteri pun Terkesima Nikmati Deburan Ombak Pantai Menganti
Kamis, 04 Jul 2019, 20:08:54 WIB Oleh : Nila Jalasutra 617 View
Sleman Susun Perbup, Tangani Stunting dan Balita Kurus
Kamis, 04 Jul 2019, 20:08:54 WIB Oleh : Prasetiyo 651 View
Festival Film Purbalingga Dimulai, Layar Tanjleb Sasar 18 Desa

Tuliskan Komentar