atas1

Membumikan Ajaran Ki Hajar Dewantara dalam FKY 2019

Rabu, 10 Jul 2019 | 00:27:38 WIB, Dilihat 448 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Membumikan Ajaran Ki Hajar Dewantara dalam FKY 2019 Ketua Umum Festival Kebudayaan Yogyakarta, Paksi Raras Alit bersama perwakilan Dinas Kebudayaan dan para seniman Yogyakarta menekan saklar lampu, tanda dibukanya pameran seni rupa FKY2019, di Museum Sonobudoyo Jalan Pangurakan no 6 Yogyakarta, Senin (8/7/2019) petang. (Muhammad Zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Dirjen IKM Akui Jumlah Pengusaha Muda Minim


KORANBERNAS.ID -- Festival Kebudayaan Yogyakarta ingin menyampaikan kembali metode pendidikan warisan Ki Hajar Dewantara kepada generasi kini. Selain Ing madya mangun karso, dan Tut wuri handayani ternyata bapak pendidikan Indonesia ini juga mengenalkan salah satu metode pendidikan yang kemudian diangkat menjadi tema gelaran seni dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 (FKY2019), ialah wirama, wirasa, dan wiraga.

"Wirama, wirasa, dan wiraga lebih dikenal dalam metode seni tari, Masing-masing istilah tersebut bermakna keteraturan, keindahan, dan kelembutan," terang Paksi, Ketua Umum FKY2019.

"Maksud Ki Hajar Dewantara membentuk metode tersebut dalam bidang pendidikan bukan untuk mendidik anak menjadi seniman," imbuhnya.

"Ia ingin menghidupkan dan mengembangkan penghayatan estetis peserta didik. Sebab, melalui seni, pelajaran mengenai etika, norma, serta perilaku dapat diajarkan dan lebih dihayati," tandasnya.

Ketiga elemen tersebutlah yang akan membentuk peserta didik menjadi insan seutuhnya serta siap membangun bangsa dan negara.

Metode tersebut dimanifestasikan dalam gelaran seni yang mulai diadakan pada Senin (8/7/2019) hingga hari penutupan FKY2019 (21/7/2019). Sejalan dengan tema besar FKY2019, yaitu Mulanira, melalui gelaran seni tersebut masyarakat diajak untuk menilik kembali peninggalan berharga Ki Hajar Dewantara yang masih sangat relevan untuk diterapkan pada masa kini.

Wirama

Program ini hadir sebagai upaya untuk memaknai ulang prinsip Wirama sebuah pendekatan dalam praktik dan pemaknaan seni di Yogyakarta. Beberapa pertanyaan yang hadir dalam keseharian seperti. produktivitas, budaya serba cepat dan alon-alon waton kelakon, serta ritme kehidupan kota akan dimunculkan sebagai suatu bentuk dialog dalam wujud pameran seni rupa.

Pameran Wirama sendiri dibuka pada Senin (8/7/2019) pukul 16.00 WIB bertempat di Museum Sonobudoyo, Jalan Pangurakan no 6. Pameran seni rupa FKY2019 yang berlangsung hingga 16 Juli 2019 ini, buka pada pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

Selain pameran, program Wirama juga menghadirkan tur pameran diadakan pada hari Jumat (12/7/2019) dan Sabtu (13/7/2019) pukul 15.00. Adapula kunjungan ke studio seniman, yaitu studio milik Nasirun dan Dyan Anggraeni. Kunjungan diadakan pada hari Minggu (14/7/2019) pukul 10.00 WIB.

Wiraga

AIun-alun Kidul sebagai sebuah situs publik yang bersejarah selalu menjadi ruang pertemuan yang unik dan dapat terus dimaknai sesuai konteks zamannya. Berangkat dari hai tersebut, program Wiraga ingin menghadirkan bagaimana pertemuan budaya tradisi dan budaya massa dalam ruang yang cair.

Aktivasi program Wiraga yang berupa instalasi seni publik mobil kayuh digelar bersamaan dengan Pagelaran Wayang Kulit di Sasana Hinggil Dwi Abad, Senin (8/7/2019).

Pameran seni instalasi publik yang merupakan hasil kolaborasi dengan Paguyuban Mobil Kayuh ini menitikberatkan pada kebudayaan tradisional aksara Jawa yang ditampi|kan dengan unsur kebudayaan kontemporer melalui medium rupa dan cahaya. Program Wiraga berlangsung hingga 21 Juli 2019 di Alun-Alun Kidul.

Wirasa

Dengan memaknai ulang metode pendidikan Sariswara yang telah diterapkan oleh Ki Hadjar Dewantara, program ini akan menghadirkan proses belajar melalui seni. Pengetahuan yang terkandung dalam laguIagu yang pernah dituliskan dalam metode Sariswara akan ditembangkan ulang dengan cara yang berbeda.

Dengan melibatkan praktisi musik yang memiliki karakter khas dalam masing-masing praktiknya, program ini akan menyuguhkan rangkaian proses belajar maupun hasil atas proses tersebut, sebagai pertunjukan yang dapat dinikmati sekaligus oleh publik secara luas.

Dengan demikian, maka program Wirasa berfokus pada musik dan komposisinya. Program ini meiiputi Lokakarya Komposisi Musik yang berlangsung di Museum Dewantara Kirti Griya, Jalan Taman Siswa no 25 Wirogunan Mergangsan dari tanggal 8 hinggal 15 Juli, pukul 12.00-17.00 WIB.

Peserta lokakarya akan diajak untuk menggubah komposisi Kinanthi Sandhung dengan berbagai genre music, atau menciptakan lagu dolanan anak. Hasil dari lokakarya akan dihadirkan dalam Konser bertajuk SariSwara yang berlangsung di Pendopo Taman Siswa, pada tanggal 16 Juli 2019, pukul 19.00 WIB.(yve)



Selasa, 09 Jul 2019, 00:27:38 WIB Oleh : Sari Wijaya 336 View
Dirjen IKM Akui Jumlah Pengusaha Muda Minim
Selasa, 09 Jul 2019, 00:27:38 WIB Oleh : warjono 292 View
Peserta FKY Tak Lagi Takut Tidak Bisa Jualan
Selasa, 09 Jul 2019, 00:27:38 WIB Oleh : Redaktur 1254 View
Belajar dari Film Melati Karya Anak-anak Banyumas

Tuliskan Komentar