atas1

Masker Mulai Langka di Purworejo

Senin, 03 Feb 2020 | 20:23:08 WIB, Dilihat 240 Kali
Penulis : W Asmani
Redaktur

SHARE


Masker Mulai Langka di Purworejo Karyawan di salah satu apotek di Purworejo sedang mengemasi masker penutup wajah. (w asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Ini Penyebab Pencuri Motor Ditangkap Sehari Setelah Kejadian


KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Kelangkaan masker penutup wajah terjadi di Puworejo. Diduga, hal ini terkait dengan kekawatiran wabah virus Corona. Kalaupun masker tersebut tersedia di toko atau apotek, harganya juga cukup mahal.

Sejumlah apotek di Kabupaten Purworejo mengaku kehabisan atau menipis persediaan maskernya. Permintaan masyarakat akan masker memang naik meski tidak signifikan. Meski begitu, sejumlah apotek mengaku tidak bisa kulakan dari distributor atau produsen masker dengan jumlah banyak seperti hari-hari sebelumnya.

"Dulu apotek kami menyediakan banyak masker dengan berbagai merk. Bahkan satu etalase toko kami penuh. Sekarang kami hanya punya beberapa dos saja," ucap Isma (22), karyawati apotek di Jalan Jenderal Sudirman, Purworejo, Senin (3/2/2020).

Ada dua jenis masker yang dijual, yakni masker dengan pengikat tali melingkar di dua telinga dan masker yang saat dipasang harus diikatkan ke kepala si pemakai. "Yang paling dicari kebanyakan jenis masker terikat di telinga, mungkin karena praktis dipakai, ya," tuturnya.

Biasanya, masker bisa dibeli secara eceran seharga Rp 2.500. Namun, saat koranbernas.id datang ke salah satu toko di dekat RSUD Tjitrowardiyo, Senin (3/2/2020), tidak bisa lagi membeli secara eceran, namun harus per pak berisi 5 unit masker seharga Rp 25.000.

Salah satu apotik di Jalan WR Supratman, Purworejo, juga mengaku menipis persediaan maskernya. "Kami sepertinya dibatasi oleh pihak distributor masker. Karena jatah apotek kami menurun. Dan sepertinya masker-masker kita dikirim ke Cina," ungkap salah satu karyawati yang enggan disebutkan namanya.

Menurut karyawan itu, kebanyakan warga membeli masker untuk dikirimkan kepada sanak saudara mereka yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di berbagai negara seperti Cina, Taiwan, Korea, Hongkong, Singapura, Malaysia, serta negara-negara Asia lainnya. (eru)



Senin, 03 Feb 2020, 20:23:08 WIB Oleh : Nanang WH 151 View
Ini Penyebab Pencuri Motor Ditangkap Sehari Setelah Kejadian
Senin, 03 Feb 2020, 20:23:08 WIB Oleh : Rosihan Anwar 239 View
Massa Ormas dan Relawan Dukung Polisi Berantas Klitih
Senin, 03 Feb 2020, 20:23:08 WIB Oleh : Nila Jalasutra 112 View
Komisi A Minta Sosialisasi E-Voting Pilkades Merata

Tuliskan Komentar