atas1

Kampus Lain Perlu Tiru UGM Bedah Visi Capres

Rabu, 30 Jan 2019 | 22:00:47 WIB, Dilihat 477 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Kampus Lain Perlu Tiru UGM Bedah Visi Capres Suasana taklshow membedah visi dan misi capres dan cawapres 2019 di Fisipol UGM, Rabu (29/1/2019). (istimewa)

Baca Juga : Sumardi Bersyukur Raih Hadiah Mobil


KORANBERNAS.ID -- DIrektur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said, mengapresiasi langkah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menggelar dialog interaktif membedah visi dan misi capres dan cawapres 2019.

"Ini kegiatan positif sebagai bentuk pendidikan politik kepada masyarakat. Dengan begini kalangan kampus bisa mengkritisi sekaligus memberi masukan-masukan terhadap program kerja yang akan dijalankan para kandidat jika terpilih nanti," terang Sudirman usai acara dialog membedah visi dan misi Capres dan Cawapres 2019 di Auditorium Fisipol UGM, Rabu (29/1/2019).

Kali ini, pihak kampus UGM mengundang narasumber Arsul Sani dan Hasto Kristiyanto dari TKN Jokowi- Ma’ruf Amin serta Bambang Widjojanto dan Benny K Harman dari BPN Prabowo-Sandi.

Bedah program capres/cawapres 2019 tersebut mengangkat tema Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi.

Lebih lanjut Sudirman berharap, kampus-kampus besar lainnya mengikuti langkah UGM yang memberi ruang untuk diskusi secara ilmiah seputar visi dan misi capres dan cawapres.

"Bukan sebaliknya menutup diri, sehingga pikiran-pikiran para kandidat tidak mendapat ujian secara ilmiah dari kalangan terpelajar," kata dia.

Sudirman berpendapat, meski tidak dihadiri langsung oleh para kandidat, bedah visi dan misi capres di kampus bisa lebih mengelaborasi pikiran dan program yang ditawarkan kandidat.

Para personal yang dikirim dalam acara tersebut adalah mereka yang ikut terlibat langsung dalam penyusunan visi dan misi.

"Karena waktunya juga lebih panjang dibanding debat resmi yang digelar penyelenggara Pemilu, tim yang mewakili kandidat bisa menjelaskan lebih rinci program kerja kandidat. Hal ini kan tidak bisa dilakukan di debat resmi, karena waktunya terbatas," tambahnya.

Menurut Sudirman, jika langkah UGM ini diikuti kampus-kampus lain akan membawa dampak yang baik bagi penyenggaraan pilpres.

Selain masyarakat mendapat sosialisasi program kerja, juga ada semacam ujian program dari kalangan masyarakat ilmiah.

"Semoga langkah UGM ini menginspirasi kampus-kampus lain untuk menyelenggarakan acara serupa agar semakin banyak masyarakat intelektual menguji visi dan misi caperes," tandas Sudirman. (sol)



Rabu, 30 Jan 2019, 22:00:47 WIB Oleh : Nila Jalasutra 527 View
Sumardi Bersyukur Raih Hadiah Mobil
Rabu, 30 Jan 2019, 22:00:47 WIB Oleh : Arie Giyarto 2457 View
Anggrek Bermekaran Tebar Pesona di BPP Yogyakarta
Rabu, 30 Jan 2019, 22:00:47 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1509 View
Mahasiswa KKN Undip Latih Petani Olah Jerami

Tuliskan Komentar