atas1

Jika Jakarta Libur Sehari..

Minggu, 07 Jul 2019 | 18:44:25 WIB, Dilihat 776 Kali
Penulis : Arie Giyarto
Redaktur

SHARE


Jika Jakarta Libur Sehari.. Sudarmono. (istimewa)

Baca Juga : Sleman Targetkan Ribuan Kantong Darah


KORANBERNAS.ID -- Tiga penyair masing-masing Ristia Herdiana dari Jakarta, Sudarmono dari Bekasi dan Yuliani Kumudaswari dari Sidoarjo, meluncurkan tiga antologi puisi karyanya.

Ristia Herdiana meluncurkan buku puisinya berjudul Sihir Hujan, Sudarmono menyajikan buku Jika Jakarta Libur Sehari serta Yuliani Kumudaswari dengan buku puisinya berjudul Wajah Senja.

Ketiga buku puisi tersebut akan diluncurkan di Sastra Bulan Purnama edisi 94, Rabu (17/7/2019) pukul 19:30 di Amphytheater Tembi Rumah Budaya Jalan Parangtritis Km 8,5 Tembi Sewon Bantul.

Tajuk Sastra Bulan Purnama kali ini mengambil formulasi dari tiga judul buku puisi karya tiga penyair tersebut, yaitu Wajah Jakarta dalam Sihir Hujan.

Kata “wajah” diambil dari judul buku Yuliani dan kata Jakarta diambil dari buku puisi Sudarmono, kemudian ditutup dengan judul buku karya Ristia Herdiana, Sihir Hujan.

Selain tiga penyair membaca puisi karya masing-masing, karya mereka juga dibacakan oleh para penyair lainnya.

Puisi Sudarmono akan dibacakan oleh Dedet Setiadi, seorang penyair dari Ngluwar Magelang dan Tosa Santosa, seorang pegiat fashion show.

Ristia Herdiana. (istimewa)

Puisi Ristia Herdiana akan dibacakan oleh Syam  Chandra, seorang penyair dari Yogya, Essy Masita, seorang disainer terkenal dari Yogya dan nDari Andrian, seorang aktivis perempuan dan politik tinggal di Bantul.

Yantoro, seorang pemain teater dari Yogya, dan Savitri Damayanti, seorang aktivis perempuan akan berduet membacakan puisi karya Yuliani Kumudaswari berjudul Via Dolorosa.

Nunung Deni Puspitasisari, yang dikenal sebagai pemain teater termasuk sering ikut main Teater Gandrik, akan ikut tampil membacakan puisi karya Yuliani Kumudaswari.

Seorang perempuan pemain teater lainnya yang dikenal dengan nama Si Thenk, akan mengolah dua puisi Yuliani Kumudaswari berjudul Bukan Aku dan Nyanyian Nina Bobo dalam bentuk teater tubuh, atau dalam istilah Si Thenk sendiri disebut sebagai menubuh-suarakan puisi.

Yuliani Kumudaswari. (istimewa)

Thenk, panggilannya, alumni ISI Jurusan teater memang memiliki komunitas teater perempuan. Bersama komunitasnya dia akan merespons puisi Yuliani dalam bentuk teater tubuh.

Selain itu, empat puisi karya Yuliani Kumudaswari akan dibuat lagu oleh dua pemain musik yang berbeda. Giwang Topo, yang sering mengolah puisi menjadi lagu, dan sajiannya seringkali kuat dalam nuansa rock, akan menggubah dua puisi Yuliani yang berjudul Di Kaki Bukit Hermon dan Setangkai Kembang Tebu menjadi lagu.

Ana Ratri dan Nyoto Yoyok,  akan menggubah dua puisi Yuliani masing-masing berjudul Puisi Patah dan Bahasa yang Tak Sama menjadi lagu.

Kedua pemain musik ini mempunyai genre yang berbeda dalam mengolah puisi, meskipun alat musik yang dipakai sama, yakni gitar akustik.

Tetapi keduanya sering melengkapi dengan alat musik lainnya, misalnya, kahon dan biola. Kedua pemain musik ini sudah sering tampil di Sastra Bulan Purnama maupun beberapa panggung sastra lainnya.

Ons Untoro selaku Koordinator Sastra Bulan Purnama mengatakan, ketiga penyair yang ini sering tampil di Sastra Bulan Purnama.

Khusus untuk peluncuran antologi puisi tunggal, karya  Sudarmono merupakan buku puisi pertama karyanya yang diterbitkan secara tunggal. Puisi-puisi Sudarmono lebih banyak dibukukan dalam bentuk antologi bersama sejumlah penyair.

“Untuk Yuliani Kumudaswari, buku yang diluncurkan ini merupakan buku puisi yang keempat dan Ristia Herdiana merupakan buku puisi yang ketiga,” kata Ons.

Kedua penyair perempuan itu di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga dan kegiatan usaha lainnya, masih bisa menyisakan waktu untuk menulis puisi. (sol)



Jumat, 05 Jul 2019, 18:44:25 WIB Oleh : Nila Jalasutra 471 View
Sleman Targetkan Ribuan Kantong Darah
Jumat, 05 Jul 2019, 18:44:25 WIB Oleh : W Asmani 1434 View
Bupati Purworejo Rotasi 28 Pejabat
Jumat, 05 Jul 2019, 18:44:25 WIB Oleh : Nila Jalasutra 748 View
Daftar Ulang Calon Siswa Terpaksa Ditunda

Tuliskan Komentar