Selasa, 09 Mar 2021,

ini-penjelasan-sekda-soal-kondisi-bupati-slemanSekda Sleman Harda Kiswaya. (istimewa)


Nila Hastuti
Ini Penjelasan Sekda Soal Kondisi Bupati Sleman

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Harda Kiswaya, menggelar jumpa pers bersama Assekda II, III dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman berkaitan dengan kesehatan Bupati Sleman Sri Purnomo yang dinyatakan positif Covid-19.

Harda menyampaikan saat ini Bupati  Sri Purnomo melakukan isolasi mandiri di rumah dinas. Berdasarkan hasil swab antigen yang dilakukan Rabu (20/1/2021) dinyatakan positif dan diulangi dengan tes PCR hasilnya juga positif.


Kemudian, pada 21 Januari 2021 dilakukan tes  CT Scan Thorax di rumah sakit yang menyatakan hasilnya bagus dan paru-paru bersih. Bupati saat ini dalam keadaan baik dan tidak ada gejala apapun, walaupun Rabu malam sempat demam mencapai 37,6 drajat celsius dan batuk ringan.

“Mulai saat ini sampai 14 hari ke depan Pak Bupati Sleman melakukan isolasi mandiri di rumah dinas. Tugas pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan secara daring,” kata Harda.


Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menambahkan kondisi positif Sri Purnomo tidak ada hubungannya dengan pemberian vaksin pada 14 Januari 2021 lalu bersamaan dengan sepuluh tokoh saat launching pelaksanaan vaksin di Kabupaten Sleman.

Bupati akan mendapatkan vaksin tahap kedua sekitar tanggal 28 Januari 2021 atau minimal dua minggu. “Kalau baru sekali diberikan vaksin belum memberikan efek kekebalan atau pembentukan antibodi belum memadai sehingga harus diberikan booster/suntikan kedua yang akan membentuk kekebalan secara optimal,” kata Joko.

Menurut dia, bupati Sri Purnomo kondisinya positif bukan karena divaksin, justru kalau sudah divaksin gejala Covid-19 tersebut tidak akan terlalu berat dibanding bila belum divaksin.

Joko menjelaskan karena aktivitas  Bupati Sri Purnomo yang tinggi dan bertemu banyak tamu dimungkinkan tertular dari aktivitas tersebut.

“Saat ini sudah dilakukan tracing terhadap istri dan anak dan hasilnya dinyatakan negatif. Untuk besok pagi Jumat (22/1/2021) akan dilakukan tracing terhadap staf yang melakukan kontak erat dengan beliau di lingkup Sekretariat Kabupaten Sleman di Pendopo Parasmya,” kata Joko.

Sekda Harda menegaskan program pemberian  vaksin akan tetap berjalan sesuai dengan amanat pusat dan diharapkan masyarakat berpartisipasi aktif mensukseskan program itu agar kondisi masyarakat segera terhindar dari Covid-19 dan terus menjalankan protokol kesehatan secara lebih disiplin. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini